Hallobogor.com, Bogor – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor KH Mustofa Abdullah Bin Nuh mendukung penuh langkah Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto untuk menutup permanen operasional diskotik-diskotik di Kota Bogor yang memicu permasalahan dan konflik sosial.

Menurut ulama yang akrab disapa Kiai Toto ini, keberadaan diskotik sangat rawan penyimpangan moral sehingga berpotensi merusak generasi bangsa.

“Kami dari MUI sangat mendukung kebijakan penutupan diskotik. Rawan disalahgunakan, namanya juga tempat seperti itu,” ungkap Kiai Toto, Rabu (24/1/2018).

Ia pun menjamin, para ulama khususnya MUI akan berada di garis terdepan bersama Wali Kota Bogor Bima Arya dalam memberantas kemaksiatan. “Maju terus, jangan gentar. MUI akan dukung,” tandasnya.

Kiai Toto juga meminta Bima Arya untuk tidak memberikan izin pembukaan diskotik baru di wilayah kota hujan. “Masih banyak cara mencari PAD yang berkah. Terlebih Wali Kota ada komitmen tidak akan memberi izin diskotik baru,” pungkasnya.

Sebelumnya, Bima Arya menegaskan tidak melarang tempat hiburan malam seperti karaoke keluarga. Namun Pemerintah tidak akan memberikan izin sejenis diskotik atau klub malam.

Bima menyebutkan di Kota Bogor ada sekitar 20 THM dan akan segera dievaluasi semua izinnya. Jika berdampak buruk bagi masyarakat, akan dicabut izinnya.

“Kalau karaoke keluarga kami izinkan, tapi kalau diskotik dan klub malam sejauh saya masih memegang amanah menjadi Wali Kota tidak akan dikeluarkan izinnya,” tegas pria kelahiran Bogor, 17 Desember 1972 itu.

Berdasarkan evaluasi tempat hiburan malam yang hanya memberi sumbangan pajak asli daerah (PAD) sebesar Rp171 juta per tahun. Bima menyatakan, kontribusi diskotik adalah yang paling minim. Semisal diskotik Lipss, hanya menyumbang PAD sekitar Rp100 juta per tahun. ”Kalau Rp10 miliar per bulan juga kalau banyak mudharat, buat apa?,” jelasnya. (cep)