Hallobogor.com, Ciawi – Ketua Rukun Warga (RW) 03 Desa Banjarwaru, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Emul, mendadak ngamuk-ngamuk. Pasalnya aktivitas penggalian dan pengangkutan tanah di tepi Jalan Seuseupan-Banjarwaru mengotori lingkungan.

Kekesalan Ketua RW juga dipicu akibat warga sekitar banyak yang mengeluhkan aktivitas galian dan pengangkutan tanah menggunakan truk tersebut kepadanya. “Banyak warga yang mengeluhkan lalu lintas truk angkutan tanah ini. Tanahnya berceceran ke jalan sehingga berdebu. Apalagi sekarang musim kemarau begini,” ungkap Emul.

Menurut Emul, dirinya selaku Ketua RW 03 tak pernah mengetahui terkait perizinan aktivitas tersebut. “Masalah perizinan dan koordinasi dengan warga saya tidak tahu karena dari pihak pelaksananya juga belum pernah datang. Memang lokasi penggalian tanah berada di RW lain, tapi lokasinya bersebelahan dengan RW 03. Yang jelas kami warga RW 03 merasa terganggu,” tegasnya.

Sementara di lokasi galian tanah, tak ada satu pun pihak pelaksana yang bisa dikonfirmasi. Informasi yang diperoleh tanah dari lokasi tersebut diangkut untuk kepentingan pengurugan proyek perumahan yang berlokasi di desa yang sama. (wan)