Hallobogor.com, Jakarta – Perkembangan Koperasi Perumahan Umum Nasional Syariah (Koperumnas) cukup pesat sehingga telah memiliki beberapa lokasi perumahan yang tersebar di Indonesia. Kendati demikian, hal itu tak lantas membuat Ketua Umum (Ketum) Koperumnas M. Aris Suwirya merasa telah puas.

Berusia tua juga bukan halangan bagi M. Aris Suwirya untuk terus belajar, khususnya belajar menyempurnakan pengelolaan Koperumnas agar benar-benar sesuai syariah. M. Aris Suwirya yang juga pendiri Asosiasi Apernas dan Apersi ini, makin serius mendalami ilmu jual beli produk syariah dari tim ETA Konsultan Syariah Muamalah di bawah pimpinan Dr. Erwandi Tarmizi MA.

“Semoga Koperumnas makin sempurna untuk bersyariah dalam akadnya. Mohon doa restunya, semoga kami bisa introspeksi dan memperbaiki diri.



Dengan belajar mendalami tentang akad jual beli syariah dan marketing property syariah, semakin membuat Koperumnas mantap menjadi koperasi syariah yang mengikuti aturan Allah SWT dan berkah menjalani syariat Islam dan menyempurnakan akad jual beli Koperumnas yang sesuai syariat. Selain itu, setelah mengikuti sertifikasi di ETA Konsultan, menambah keyakinan anggota Koperumnas untuk bersyariah dan bermanfaat buat umat, amiin,” ungkapnya.

Mengutip paparan Dr. Erwandi Tarmizi MA, M. Aris Suwirya menjelaskan pentingnya berilmu sebelum berdagang, agar kita faham mana batas-batas yang tidak melanggar syariat, karena berdagang itu bukan sekadar untung-rugi, laris-sepi, tapi berdagang itu juga ada halal-haram, berkah-tidak berkah, pahala jariyah atau dosa jariyah.

“Maka oleh itu, hendaknya setiap muslim yang berdagang tidak melulu hanya mengejar profit atau besarnya income dari nilai rupiah yang berjejer saja, tapi juga memperhatikan keberkahannya. Yuk, ke depan kita lebih perhatikan lagi apa yang kita jual, apakah itu membawa berkah atau tidak?” paparnya.

M. Aris Suwirya menambahkan, sesuai dengan visi dan misi serta tujuan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART) Koperumnas, pada pasal 6 AD-ART Koperumnas dijelaskan bahwa Koperumnas melakukan Akad Murabahah atau Akad Istishna.

Akad murabahah yakni (akad pembiayaan suatu rumah dengan menegaskan harga belinya kepada pembeli dan pembelinya membayarnya dengan harga yang disepakati dapat diangsur tanpa riba.

Sedangkan Akad Istishna yakni akad pembiayaan barang dalam bentuk pemesanan, pembuatan barang tertentu dengan kriteria dan persyaratan tertentu yang disepakati antara pemesan atau pembeli (mustashni) dan penjual atau pembuat (shani).

Akad istishna diterapkan kepada kontraktor yang bekerjasama dengan Koperumnas sedangkan akad murabahah diterapkan kepada anggota Koperumnas yang bergabung. (cep)