Hallobogor.com, Bogor – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bogor menilai Satpol PP masih belum bertaring dalam menindak Transmart Tajur. KNPI pun mengancam akan melaporkan Transmart Tajur atas kasus pengrusakan segel yang dipasang Satpol PP.

“Kami dari pemuda tentunya merasa sakit hati atas tindakan angkuh pihak Transmart Tajur yang tidak menghargai Pemkot Bogor. Dan terus terang saja saja kami sedang memikirkan untuk membuat LP (laporan perkara) atas pengrusakan segel secara sepihak sebagai bukti kami adalah pemuda yang ingin selalu berada digaris depan membela aturan-aturan yang harus tegak di Kota Bogor,” tegas Ketua DPD KNPI Kota Bogor Bagus Maulana Muhammad.

Bagus mengatakan, pihaknya mendorong pemerintah untuk menindak tegas kesewenangan Transmart Tajur dalam melakukan pembangunan, padahal diketahui belum memiliki izin.

“Kalau tidak ada ketegasan pemerintah dalam menindak Transmart Tajur, sudah pasti hal ini dapat terus menerus terjadi. Mengapa demikian karena pemerintah tidak pernah bertindak dengan benar-benar tegas alias loyo,” kata Bagus, Kamis (30/08/18).

Ketika segel dirusak tanpa sepengetahuan dan tanpa izin dan disisi lain pemkot cenderung selalu ragu mengambil tindakan tegas atau malah terkesan saling lempar satu SKPD ke SKPD lainnya, Bagus menegaskan maka pemuda siap ambil bagian dalam melakukan tindakan.

Seperti diketahui, Transmart Tajur kembali dinilai melecehkan Pemkot Bogor karena kembali membuka segel Satpol PP dan melakukan aktivitas karena belum mengantongi izin. Segel Pol PP diketahui dirusak pada Rabu (29/08/18) dinihari.

Pembukaan segel secara sepihak itu bukan yang pertama kalinya, tetapi sebelumnya segel Transmart Tajur hilang pada Jum’at 8 Juni 2018 lalu dan Satpol PP Kota Bogor kembali melakukan penyegelan dengan dalih segel sempat dicabut karena pihak pembangun mengeluarkan alat berat.

Sementara Kabid Penegakan Perda (Gakperda) pada Satpol PP Kota Bogor, Danny Suhendar mengatakan, pihaknya sudah mengetahui hilangnya segel Satpol PP Kota Bogor di proyek pembangunan Transmart Tajur hingga kini masih bodong.

“Iya terima kasih atas informasinya, kami tidak membuka segel itu. Setahu saya tidak ada aktivitas pembangunan di dalam,” kata Danny.

Danny melanjutkan, mendapatkan laporan pengrusakan segel tersebut, pihaknya akan langsung melakukan cek lapangan. Kalaupun terbukti segel dilepas, pihak akan segera kembali menyegel proyek yang melanggar itu. “Ya, kalau benar terbuka, kami kerahkan anggota Satpol PP untuk kembali menyegel,” tambahnya.

Saat ditanyakan sanksi tegas untuk Transmart Tajur, Danny enggan berkomentar banyak. Yang pasti Satpol PP Kota Bogor segera memanggil pihak pembangun untuk tidak mengulangi hal serupa.

“Kami kembali segel gerbang dan rencana mengambil kunci alat berat atas perintah Kasatpol PP Kota Bogor. Langkah tegasnya kembali disegel saja,” jelasnya. (dns)