Hallobogor.com, Bogor – Kurang lebih 200 orang dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul di Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Minggu (5/8/2018). Mereka yang sejak tahun 2015 tergabung dalam group media sosial (medsos) Belajar Bareng Berkebun (B3) melaksanakan kopi darat (kopdar) untuk bersilaturahim sekaligus mengisinya dengan acara pagelaran dan seminar nasional.

200-an pembudidaya ini berasal dari berbagai kota di Pulau Jawa, Bali, Kalimantan, dan Lampung.

Kopdar ini menginjak tahun ke-4 di mana tahun sebelumnya digelar di Solo, Jateng. Untuk tahun ini, kegiatan disponsori oleh Al-Farouq Farm, Kebun Bagas, Mekar Hurip, dan Yuyun Nursery, serta disupport puluhan komunitas berkebun. Sedangkan narsasumber menghadirkan Dangdang Gendis, Abu Farouq, dan Dewi Sartika.

Dalam pagelaran dan seminar nasional ini, para pembudidaya saling belajar dan berbagi pengalaman cara berbudidaya secara interaktif hingga berbagi tips jual beli beragam jenis tanaman. Mereka juga sekaligus belajar membuat produk olahan dari hasil pertanian.

Menurut anggota B3 sekaligus salah satu narasumber, Abu Al-Farouq alias Yusuf Ibrahim, selama ini para pembudidaya tanaman ini kerap berkomunikasi di udara via medsos. “Komunitas kami ini lebih bersifat sosial. Kami saling berbagi pengetahuan dan pengalaman soal budidaya berbagai jenis tanaman, baik sayuran, buah-buahan, hingga pohon keras. Anggota totalnya mencapai 150 ribu orang termasuk dari luar negeri dan dari bernagai profesi. Ada dosen, akademisi, pakar, petani, tapi semua hobi budidaya semua jenis tanaman. Dan yang hadir saat ini terbatas,” ujarnya.

Ketua Panitia Kopdar B3, Cepri Aes Iskandar alias Tekad Sang Unggas, menjelaskan, para pembudidaya ini sudah terbiasa mengembangkan tanaman palawija, sayuran, buah-buahan, bercocok tanam tabulapot, menanam pohon kayu untuk penghijauan, bahkan mengembangkan urban farming (bercocok tanam dengan memanfaatkan lahan sempit).

“Kami sengaja membuka grup khusus Belajar Bareng Berkebun ini karena ternyata banyak masyarakat yang tertarik berbudidaya. Kami berharap melalui komunitas ini terus bisa memotivasi dan menginspirasi masyarakat gemar menanam,” ungkapnya.

Menurut Cepri, semua jenis tanaman memiliki prospek cerah untuk dikembangkan. Namun jika diharapkan dari sisi pendapatan dengan cepat adalah jenis sayuran karena perputarannya yang paling cepat. (cep)