Hallobogor.com, Bogor – Insiden kebakaran yang menimpa 19 rumah yang dihuni 113 jiwa di Bantarkemang, Kelurahan Baranangsiang, Kota Bogor, pada Selasa (3/4/2018) subuh, terus mendapat perhatian dari berbagai pihak. Beraneka bantuan pun terus mengalir ke lokasi pengungsian korban di Pondok Pesantren Daarul Uluum.

Termasuk Komunitas Peduli & Berbagi Caring & Sharing Community (CSC) wilayah Jabodetabek. Komunitas yang mayoritas beranggotakan personel Rasio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) ini pun tak ketinggalan memberikan bantuan kepada para korban yang kehilangan semua harta bendanya.

Komunitas CSC ini memberikan bantuan darurat berupa 16 paket kebutuhan pokok, makanan ringan, termasuk pakaian layak pakai. Bantuan diserahkan langsung kepada para korban dan secara simbolis diterima Lurah Baranangsiang Suburudin, Kamis (5/4/2018).

Pembina CSC, Irfan Fauzi Arief, mengharapkan melalui bantuan tersebut dapat meringankan beban para korban kebakaran. “Kami ini anggotanya lintas sektor, lintas profesi, dan lintas wilayah. Jadi kalau mendengar ada kejadian bencana alam seperti ini kami pasti bergerak. Mudah-mudahan bermanfaat dan meringankan beban para korban,” ungkapnya.

Irfan dalam kegiatan sosial tersebut didampingi pula oleh Ketua RAPI Bogor Timur Penny Setia Permas, Wakil Ketua CSC Nunung Nur Islam, Andika, Ma Doyong, Safrudin, Bunda Rara, dan Idan.

Sementara itu, Lurah Baranangsiang, Suburudin, menegaskan, saat ini Pemkot Bogor melalui Kelurahan Baranangsiang terus memvalidasi data para korban termasuk melakukan sosialisasi program-program penanganan bencana kepara para korban.

“Untuk lokasi kontrakan atau tempat relokasi sudah siap. Selain disewakan kontrakan, para korban juga bisa menempati rusunawa. Sekarang masih dalam proses pendataan administrasi dan menunggu kesepakatan,” katanya.

Suburudin menjelaskan, proses administrasi yang perlu ditempuh itu antara lain harus menyiapkan data dan rekening pemilik kontrakan untuk para korban, di mana bantuan dana dari Pemkot sesuai aturan diserahkan langsung kepada pemilik kontrakan. Selain itu, banyak data dan kartu identitas korban yang hilang seperti KTP, KK, ijazah, dan sejenisnya.

“Alhamdulillah kalau berbagai bentuk bantuan sudah dari mana-mana. Posko bencana, dapur umum sudah ada. Untuk anak-anak sekolah juga kemarin sudah diajak oleh Dinas Pendidikan untuk belanja berbagai macam kebutuhan sekolah, dari sepatu, seragam, buku, tas, dan lain-lain. Untuk jumlah kerugian masih terus dihitung,” jelasnya. (cep)