Hallobogor.com, Bogor – Berbagai cara dilakukan setiap pihak untuk mencegah terjadinya tindak tawuran yang dilakukan pelajar. Seperti yang dilakukan DPC Kongres Advokat Indonesia (KAI) Bogor Raya. Mereka memberikan penyuluhan hukum terhadap 425 siswa baru SMK Bina Informatika Bogor yang tengah melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Jalan Pahlawan No.33, Kecamatan Bogor Selatan, Rabu (18/7/2018).

Ketua DPC KAI Bogor Raya, Ari Indra David, mengatakan, sebelumnya kegiatan serupa juga dilakukan di SMK Kesehatan Telekomedika di Jalan Mantarena, Kecamatan Bogor Tengah.

“Jadi kegiatan ini kami lakukan dengan tujuan mencegah para siswa terlibat dalam aksi tindak tawuran. Apalagi, sekarang ini banyak kaitan dengan aksi tawuran yang dilakukan pelajar,” ujar Ari.

Kegiatan penyuluhan ini menurutnya sangat penting ditanamkan sejak dini kepada para pelajar. Karena, dengan mereka mengerti bagaimana taat terhadap hukum dan peraturan-peraturan serta para siswa-siswi mempunyai bekal dalam menjalankan kehidupannya sehari-hari.

“Kami juga sangat berterimakasih kepada pihak sekolah yang sudah sangat intens terhadap kami untuk bekerjasama dalam memberikan penyuluhan hukum,” ucapnya.

Dirinya berharap, melalui kegiatan ini juga para pelajar khususnya siswa-siswi baru dapat mencegah bahaya laten kenakalan remaja. Seperti, penyalahgunaan narkoba dan menyebar berita hoax.

“Yang dikuatirkankan ketika mereka mendapatkan informasi hoax para pelajar menyebarluaskan di media sosialnya masing-masing. Dengan penyuluhan ini kami berharap jangan sampai para pelajar melakukan hal itu, karena itu bisa berdampak dengan masalah hukum,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMK Bina Informatika Bogor, Dodi Muljawan mengaku merasa terbantu dengan adanya kegiatan penyuluhan hukum ini. Sebab, yang dikenalkan kepada siswa-siswi bukan sebatas masalah hukum biasa atau sebatas bela negara atau pencegahan agar tidak terjadi tindakan hukum. Tetapi, melalui kegiatan ini para pelajar mengetahui bagaimana proses atau upaya hukum yang dilakukan jika mereka terlibat kasus hukum.

“Alhamdulilah dengan kedatangan rekan-rekan DPC KAI Bogor Raya ini sedikitnya membuka pikiran siswa-siswi, bagaimana jika mereka terlibat kasus hukum. Seperti melakukan tawuran diganjar hukuman berapa tahun penjara dan beberapa kasus lainnya. Semoga dengan penyuluhan ini para pelajar dapat menghindari melakukan tindakan hukum dalam kehidupannya sehari-hari,” pungkasnya. (dns)