Hallobogor.com, Bogor – Sebanyak 220 peserta dari 81 anggota Forum Pendidikan Tinggi Vokasi Indonesia (PTVI) mengikuti Kongres Vokasi yang ke-4. Kongres dilaksanakan di IPB International Convention Center (IICC) Botani Square, Kota Bogor, Rabu (11/10/2017).

Dirjen Kelembagaan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Prof. Patdono Suwignjo, salah satu pembicara dalam kongres tersebut, mengatakan, Kongres Vokasi ke-4 ini bertujuan agar industri maju. Maka industri itu harus mendapatkan tenaga kerja yang kompeten yang dihasilkan dari pendidikan vokasi. 

“Kita ini masih mempunyai pekerjaan rumah di mana pendidikan vokasi itu bisa menghasilkan tenaga kerja yang kompeten. Untuk itu kita lakukan revitalisasi, sehingga kongres ini bagaimana bisa membangun sinergi dalam melakukan revitalisasi vokasi. Nantinya pendidikan vokasi bisa bersinergi satu dengan yang lain, vokasi dengan akademik, dengan harapan semua lulusan vokasi (politeknik/diploma) itu selain punya ijazah dan kompetensi juga bisa diterima di industri dengan baik,” paparnya.

Pendidikan tinggi vokasi di seluruh Indonesia saat ini sekitar 262 dan yang terbanyak di pulau Jawa. Saat ini PT penyelenggara vokasi di antaranya ada di ITB, UI, IPB, UNPAD, UNDIP,  UTS, UNAIR.

Sementara Ketua Pelaksana Kongres Vokasi ke-4, Wawan Oktariza, mengatakan, IPB sebagai tuan rumah Kongres Vokasi ke-4 karena IPB salah satu pendiri Forum Pendidikan Tinggi Vokasi (FPTV) dari lima perguruan tinggi pendiri vokasi lainnya. 

“Kongres Vokasi untuk membentuk kepengurusan di tahun 2017 dan 2018 kemudian membuat program kerja berikutnya melanjutkan program yang sudah ada,” pungkasnya

Sekadar informasi, pendidikan vokasi adalah sistem pendidikan tinggi yang diarahkan pada penguasaan keahlian terapan tertentu. Pendidikan vokasi mencakup program pendidikan diploma I (D1), diploma II (D2), diploma III (D3) dan diploma IV (D4). Lulusan pendidikan vokasi mendapatkan gelar vokasi, misalnya A.Ma (Ahli Madya), A.Md (Ahli Madya). (dns)