Hallobogor.com, Kota Bogor – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bogor akan mengambil alih kepengurusan cabang olahraga (cabor) yang terindikasi tengah konflik di tubuhnya. Hal itu dilakukan agar tidak berdampak buruk terhadap persiapan Porda 2018.

“KONI akan mengambil alih pembinaan atlet dari cabor-cabor yang sakit, sebagai langkah kita membenahi cabor-cabor itu,” ujar Wakil Ketua I Bidang Organisasi pada KONI Kota Bogor Dedi Sumarna, Jumat (6/1/2017).

Dedi menjelaskan, yang dimaksud dengan cabor sakit itu dalam artian terjadi konflik di kepengurusannya. Jika hal itu dibiarkan berlarut-larut, kata dia, disinyalir akan berdampak buruk terhadap Porda nanti.

“Ini jika terus dibiarkan akan berimbas pada pencapaian target pada Porda 2018. Sebab, Wali Kota Bogor menargetkan Kota Bogor meraih prestasi tiga besar,” kata Dedi.

Meski begitu, Dedi enggan menyebutkan secara pasti cabor mana saja yang tengah dirundung sakit saat ditanya. Dia hanya bilang ada beberapa cabor yang terindikasi tengah dalam pemantauan KONI.

“Dan tidak menutup kemungkinan kepengurusan cabor akan ada caretaker dari KONI sebelum penyelenggaraan Muscablub,” tandasnya. (ris)