Hallobogor.com, Bogor – Di tengah tingginya kebutuhan masyarakat akan rumah yang layak dan murah ditambah tren minat masyarakat yang mulai menguat akan sistem syariah (tanpa riba), Koperumnas hadir menawarkan solusi baru.

Koperumnas adalah Koperasi Perumahan Umum Nasional yang berakhlak syariah. Dalam eksistensi dan implementasinya, Koperumnas menyediakan rumah hanya untuk kalangan sendiri yaitu hanya untuk anggota Koperumnas dengan cara asas koperasi melalui kewajiban melunasi Simpanan Pokok (SP) Rp300.000 ribu (hanya sekali) dan membayar Simpanan Wajib (SW) Rp1.000.000 setiap bulan yang merupakan angsuran rumah.

SP dan SW anggota Koperumnas dibayarkan oleh anggota setelah dipastikan telah menjadi anggota dengan mengajukan permohonan tertulis ingin membeli rumah Koperumnas melalui “akad perjanjian pembiayaan al-murobahah (jual-beli) syariah”.

Maka sejak saat ditandatanganinya akad murobahah tersebut, anggota Koperumnas berkewajiban melunasi angsuran atau SW setiap bulan hingga lunas, sesuai nilai akad jual-beli rumah di lokasi perumahan Koperumnas. Dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) Koperumnas tentang tahapan penyediaan rumah, setelah dua tahun lancar membayar SW atau menabung, tahun ketiga Insya Allah dapat rumah.

Pendiri sekaligus Ketua Umum Koperumnas, H.M. Aris Suwirya, mengungkapkan, rumah Koperumnas merupakan perwujudan konsep “Rumah Desko”, yakni kombinasi atau gabungan empat inovasi karya, karsa, dan cipta; Developer, E-Commerce, Syariah, Koperasi.

“Koperumnas adalah sebagai pengembang perumahan. Dalam praktik pemasarannya, Koperumnas lebih mengedepankan marketing e-commerce dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan digital. Dalam pelaksanaannya, Koperumnas mengedepankan akhlak syariah di mana dalam setiap praktik dan transaksinya menghindari riba. Koperumnas adalah sebuah badan hukum koperasi perumahan. Koperumnas hanya menyediakan perumahan bagi anggotanya dengan prinsip-prinsip kekeluargaan dan gotong royong,” ungkapnya.

H.M. Aris Suwirya meyakini, Koperumnas adalah solusi cerdas bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah khususnya bagi masyarakat terkategori MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) atau yang tidak memiliki penghasilan tetap (pekerja serabutan).

Sebab tak bisa dipungkiri, masyarakat saat ini masih kerap terkendala soal harga rumah yang belum terjangkau, sulit memenuhi biaya down payment (DP) atau uang muka, harus punya slip gaji, harus melalui BI checking, hingga tidak sedikit yang terbentur batasan umur calon konsumen.

“Kalau di Koperumnas, masyarakat cukup menyerahkan copy KTP, KK, foto 3×4 dua lembar untuk menjadi anggota koperasi, membayar simpanan pokok Rp300 ribu dan simpanan wajib sebagai angsuran Rp1 juta,” jelasnya. (cep)