Hallobogor.com, Bogor -Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Bina Marga dan SDA telah memberikan kesempatan PT. Idee Murni Pratama selaku kontraktor proyek pembangunan jalan Regional Ring Road (R3) seksi 3 untuk melanjutkan pekerjaan sampai dengan 50 hari kalender dimulai pada 31 Desember 2015.

Dalam proyek jalan dengan STA 400 meter ini, sebelumnya kontraktor masih menyisakan pengerjaan dengan bobot fisik 40 persen. Pada proyek senilai 16 miliar tersebut, PT. Idee Murni Pratama tidak mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai target hingga akhir batas kontrak 24 Desember 2015 dengan pelaksanaan pekerjaan 150 hari kalender.

Hingga Jumat (29/01) kemarin berdasarkan informasi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)  menyebutkan progres atau kemajuan pembangunan proyek jalan dengan STA 400 tersisa 150 meter pekerjaan.



“Sisanya 150 meter. Sisa pengerjaan mulai rigid, paving saluran dan timbunan tanah pada box cover. Pengecoran juga belum dilakukan,” singkat Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan pada Dinas Bina Marga dan SDA Kota Bogor, Nana Yudiana, melalui pesan singkat.

Mantan Kepala ULP ini terkesan pesimis saat ditanya proyek pembangunan jalan tersebut bisa tuntas hingga batas akhir kontrak pada 19 Februari 2016.

“Ikhtiar terus. Kalo tidak selesai akan kena sanksi (Denda dan black list). Dari anggaran Rp16 miliar sudah terserap 50 persen,” tandasnya.

Sementara itu di tahun 2016 pembangunan fisik lanjutan proyek jalan R3 seksi 3 sepanjang 1.000 meter dipastikan tidak akan dilaksanakan, Pemkot Bogor fokus untuk menuntaskan pembebasan lahan lebih dahulu.

Untuk diketahui, proyek jalan R3 seksi 3 menghubungkan Parung Banteng – Bendung Katulampa ini berdasarkan perencanaan semula STA 1.400 meter. Namun karena perencanaan buruk menyebabkan pelaksanaan mengalami perubahan. Setelah melalui addendum proyek jalan R3 seksi 3 tadinya tender senilai Rp21,7 miliar berubah menjadi Rp16 miliar dengan STA 400 meter.

Terpisah, Anggota DPRD Kota Bogor Yus Ruswandi menyoroti proyek Jalan R3 seksi 3 ini. Kata dia, bila tidak tuntas hingga akhir batas pengerjaan pada 20 Februari 2016 nanti, konsekwensi bakal diterima kontraktor jelas secara administrasi terkena denda sebesar 0,5 persen atau sekitar Rp400 juta harus dikembalikan ke kas daerah Pemkot Bogor.

Paling vatal, lanjutnya, PT. Idee Murni Pratama akan kena black list, termasuk off name pekerjaan yang tidak sesuai dengan basetek yang sudah ditentukan oleh Pemkot Bogor, bisa kena sanksi baik itu pengembalian sesuai satuan pekerjan atau bila ditemukan unsur pidana bisa berhadapan dengan hukum. “Ini sudah diatur dalam Perpres 4/2015,” terang Yus, Kamis (04/02/2016).

Menurut Politisi Partai Golkar ini, PPK dengan telah memberikan kesempatan pekerjaan 50 hari kalender terhadap PT. Idee Murni Pratama itu, PPK harus bisa menghitung pekerjaan proyek pembangunan jalan ini akan tuntas atau tidak dengan kurun waktu selama itu.

“Kami sudah mengingatkan pada bulan Januari hingga Februari  intensitas hujan itu tinggi. Meski begitu, kami berharap proyek jalan ini selesai, jika memang kekurangan tenaga pekerja disisa waktu 14 hari ini harus ditambah dan fokus menyelesiakan pekerjaan tanpa henti 24 jam. Bukan karena masalah saksi atau apapun, tapi program yang sudah terencana ini bisa selesai dengan baik untuk kepentingan umum,” paparnya.

Yus juga menandaskan, pembangunan jalan tembus Solis – Sukaresmi tahun 2014 lalu musti menjadi perhatian dan pembelajaran bagi Pemkot Bogor, jangan sampai pembangunan Jalan R3 nantinya menambah daftar proyek jalan yang mangkrak di Kota Bogor. (hrs).