Hallobogor.com, Bogor – Hilangnya garis tanda penyegelan oleh Polisi Pamong Praja yang membentang di depan gerbang utama lokasi proyek Transmart Tajur membuat banyak pihak geram. Pihak kontraktor pelaksana pembangunan Transmart Tajur mengaku telah membuka segel Satpol PP itu hanya untuk sementara karena akan mengeluarkan alat-alat berat yang ada di dalam lokasi.

“Ituh bukan dirusak, tapi kami sudah ajukan izin ke Satpol PP untuk mengeluarkan alat berat, dan itu memang sudah ada aturannya dari Satpol PP yang sudah memberikan izin kepada kami untuk membuka segel tersebut,” ungkap perwakilan kontraktor, Eko Susilo, usai menggelar rapat bersama di Balaikota.

BACA JUGA : Satpol PP Akhirnya Menyegel Transmart Tajur

Eko menjelaskan, karena alat berat itu harus dikeluarkan, sedangkan pintu gerbang utama disegel, maka otomatis segelnya harus dibuka dulu. “Yang membuka segel itu juga dari pihak Satpol PP, dan itu surat izinnya sudah kami tembusin juga. Harusnya dari Satpol PP sudah satu pintu ke Pemkot Bogor,” jelas Eko.

Menyikapi adanya pengrusakan segel milik Satpol PP di lokasi Transmart Tajur, Plt Walikota Bogor Usmar Hariman meminta agar Satpol PP meningkatkan pengawasan di lapangan. Usmar juga menegaskan, ketika ada sebuah aktivitas yang disegel oleh Satpol PP, berarti ada pelanggaran berat di sana. Tidak boleh pihak manapun merusak, apalagi membuka segel. Karena bisa terkena sanksi pidana ataupun perdata.

“Segel itu tidal boleh dibuka selama prosesnya belum selesai. Dengan alasan apapun, segel harus tetap dijaga. Ini pengawasan Satpol PP lemah dan harus ditingkatkan,” kata Usmar.

Sementara, saat dilakukan rapat bersama di Balaikota kaitan Transmart Tajur, jajaran petinggi Satpol PP tidak ada satupun yang hadir. Ketika dikonfirmasi tentang hilangnya garis Pol PP di Transmart Tajur, baik Kasatpol PP, Kabid Gakperda maupun Kasi Penindakan tidak memberikan jawaban apapun kepada media. (dns)