Hallobogor.com, Bogor – Penjualan dan pembangunan perumahan yang diterapkan Koperasi Perumahan Nasional (Koperumnas) dengan sistem syariah, tanpa riba, murah, dan persyaratan sangat ringan yang sangat membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) ternyata makin diminati masyarakat.

Pasalnya, hanya dengan bergabung menjadi anggota Koperumnas menerapkan gotong royong, tanpa harus merogoh uang muka (DP), tanpa BI Checking, tanpa sita dan tanpa denda, masyarakat bisa dengan mudah memiliki rumah di Koperumnas. Anggota koperasi cukup memiliki KTP, KK, dan pas foto, serta bersedia membayar simpanan pokok dan simpanan wajib sebagai bentuk angsuran yang murah minimal Rp900 ribu per bulan. Bahkan, bagi yang masih kesulitan untuk membayar angsuran, Koperumnas masih membuka peluang usaha dengan cara menjadi agen marketing Koperumnas. Komisi yang didapat bisa dibayarkan untuk membayar angsuran.

Kendati demikian, di tengah mulai tergeraknya minat masyarakat dengan sistem syariah dalam mewujudkan rumah impian tersebut bukan tanpa kendala. Koperumnas masih harus terus meluruskan pandangan-pandangan sebagian masyarakat yang masih termakan info hoax tentang Koperumnas yang sengaja diviralkan di media sosial (medsos).

“Saya telah lama masuk menjadi anggota Koperumnas dan mempelajarinya. Bahkan saya ikut menjadi agen marketing di Koperumnas. Saya tegaskan tidak ada unsur penipuan sedikit pun di Koperumnas. Memang saya terkadang harus berjuang dulu kepada calon anggota Koperumnas untuk meluruskan berita hoax penipuan di Koperumnas seperti yang tersebar di aplikasi agregator berita UCNews.com. Alhamdulillah banyak yang telah paham karena memang faktanya tidak ada penipuan atau investasi fiktif di Koperumnas,” ungkap Didi, salah seorang agen marketing Koperumnas.

Kuasa hukum Koperumnas, Bangun Simbolon, menegaskan, Koperumnas merupakan perintis sistem perumahan syariah yang telah berbadan hukum koperasi. Hingga November 2018 anggotanya sudah lebih dari 3.000 orang.

“Memang banyak kendala dalam menerapkan sistem ini tapi tidak ada unsur penipuan sedikit pun di Koperumnas. Koperumnas bukan sistem investasi tapi menjual rumah secara gotong-royong,” tandasnya.

Bangun Simbolon memaparkan bahwa Koperumnas telah berbadan hukum resmi yang memiliki
cita-cita mulia untuk membantu masyarakat bawah berpenghasilan rendah atau tidak tetap untuk memiliki sebuah rumah sederhana layak huni tanpa uang muka, tanpa bunga (riba), dan tanpa denda.

“Koperumnas tidak fiktif seperti tudingan segelintir pihak. Koperumnas adalah sebuah Koperasi Perumahan Umum Nasional berbadan hukum resmi berdasarkan Keputusan Menteri Koperasi dan UKM RI No.001372/BH/M.KUKM.2/V/2016 tanggal 27 Mei 2016, Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Menengah Nomor: 81/24.1PM/31.75/-1.824.27/e/2018 tanggal 09 Februari 2018, Tanda Daftar Perusahaan Koperasi Nomor: 4/24.3KO/31.75/-1.824.27/e/2018 tanggal 19 Februari 2018, dan Surat Keterangan Domisili Nomor: 198/27.1.0/31.75.03.1004/-1.751.22/2016 tanggal 20 Juni 2016,” bebernya.

Selain itu, sambungnya, Koperumnas telah membeli lahan seluas 250.000 m2 di Desa Singasari, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, berdasarkan Akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) Nomor 15 tanggal 12 Maret 2018 yang dibuat di hadapan Notaris & PPAT Dedy Suwandy, antara Pihak Pertama Tn. Dedi Susanto dan Pihak Kedua Koperumnas.

“Koperumnas juga telah mulai melakukan pembangunan rumah contoh di atas lahan sebagaimana dimaksud sebagai bukti keseriusan dan komitmen dari Koperumnas kepada para anggota yang telah memesan/membeli unit-unit yang telah dipasarkan oleh Koperumnas,” kata Bangun Simbolon.

Selain di Desa Singasari, kini lokasi perumahan Koperumnas Residence juga telah dibangun di Desa Tajur, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Mamuju Sulawesi, Tanjung Pinang, serta Pasar Rakyat di Lombok, NTB.

Terkait berita hoax tersebut, Pimpinan Redaksi Hallobogor.com, Acep Mulyana juga ikut memberikan klarifikasi. Dijelaskannya, sekitar bulan Februari 2018 Hallobogor pernah memuat berita dugaan penipuan Koperumnas. Pada Mei 2018 pihak Koperumnas melayangkan hak jawab dan pada bulan itu juga Hallobogor memuat hak jawabnya. Pada September 2018 berita dugaan penipuan Koperumnas di Hallobogor dicabut karena berdasarkan penelusuran tidak terbukti adanya penipuan. Namun, dalam rentang waktu hingga September 2018 berita tersebut rupanya ada yang berupaya melakukan copy paste tanpa seizin Redaksi Hallobogor.com yang muncul di UCNews.com.

“Maka, perlu kami tegaskan bahwa berita atau informasi terkait Koperumnas di UCNews.com di luar tanggung jawab Hallobogor.com meski mencantumkan link Hallobogor.com. Perlu diketahui pula bahwa UCNews.com bukanlah media massa atau portal berita, tidak punya susunan redaksi atau wartawan di lapangan. Jadi sulit dipertanggungjawabkan. UCNews hanyalah aplikasi agregator berita grup Alibaba yang dimiliki Jack Ma. Berita-beritanya mencomot dari media-media lain baik media cetak atau online yang telah tersindikasi atau berasal dari penulis-penulis lepas. Biasanya berita yang dimunculkan di UCNews adalah yang bersifat hits atau viral,” bebernya.(wan)