Hallobogor.com, Bogor – Koperasi Perumahan Umum Nasional Syariah (Koperumnas) telah membuktikan komitmennya dengan telah membayar lunas uang angsuran 20 anggotanya yang mengundurkan diri.

Ke 20 orang tersebut sebelumnya komplain karena perumahan Koperumnas tidak jadi dibangun di Leuwijati, Desa Sukanegara, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor. Mereka juga tidak menerima Koperumnas membangun perumahan di Desa Singasari yang masih di kecamatan yang sama.

Sesuai SOP Koperumnas, proses pembangunan perumahan maupun aturan simpanan wajib (angsuran) hingga pengembalian uang angsuran bagi yang mengundurkan diri sudah dijelaskan ke setiap anggota pada saat pertama kali melakukan akad. Yakni, antara lain pengembalian angsuran dilakukan secara bertahap.

Merasa tidak puas, ke 20 orang tersebut menggandeng LSM sehingga dinilai telah meresahkan karena LSM tersebut menuding Koperumnas fiktif tanpa dasar yang jelas.

“Dari 20 anggota Koperumnas yang mengundurkan diri, 14 orang di antaranya sudah kami lunasi. Sisanya belum karena ada yang salah dengan nomor rekeningnya dan alamatnya. Ke pihak LSM pun kami sudah jelaskan, bahkan kami tagih surat kuasa dari para anggota, akan tetapi sampai sekarang LSM itu tidak bisa menunjukkannya. Selain itu, pihak LSM tersebut meminta pembayaran pelunasan anggota melalui rekening dia. Ya ga bisa dong, itu kan hak anggota. Yang ada sekarang LSM itu malah terus memperkeruh dan menyebarkan hoax via media tanpa dasar dan data yang jelas,” papar General Manager Koperumnas, Diah Kusuma Putri Muda.

D.K. Putri Muda menegaskan kembali bahwa Koperumnas sudah sering menyampaikan bahwa Koperumnas memang pernah berencana membangun Perumahan Koperumnas Residence di Desa Leuwijati, Desa Sukanegara, Kecamatan Jonggol. “Akan tetapi karena tidak sesuai dengan peruntukan zona perumahan dari Pemkab Bogor, maka kami alihkan ke lokasi baru di Desa Singasari, Kecamatan Jonggol. Bahkan sekarang di Singasari sudah ada rumah contoh dan sedang dilaksanakan pembangunannya. Kami tidak memaksa bagi anggota Koperumnas yang tidak mau lokasi di Jonggol. Kami pun sudah mengembalikan uang angsuran kepada Rendi Novianto dan kawan-kawan,” tegasnya.

Ia menandaskan bahwa meski ada rongrongan dari LSM maupun keluhan dari 20 anggota yang mengundurkan diri, namun pembangunan rumah murah tanpa riba di Desa Singasari, Jonggol, terus digeber. Pantauan lapangan, hingga Rabu (20/03/2019) proyek pembangunan yang dikelola Koperasi Perumahan Umum Nasional (Koperumnas) terus berlanjut.

“Lokasi Perumahan di Singasari sudah mengantongi Izin Lokasi dari Pemkab Bogor dan peruntukannya sudah sesuai PP2 untuk perumahan. Kalau ada yang menuding mengganggu lahan pertanian itu salah besar. Sekda Kabupaten Bogor saja sudah menantang kepada pihak yang melakukan tudingan untuk bisa membuktikan tudingannya itu,” ujarnya.

Bahkan, kini Koperumnas telah memiliki 11 lokasi lainnya termasuk di Desa Tajur, Citeureup, Bogor, Bekasi, Tanjung Pinang, Pekanbaru, Bontang, Balikpapan, Banjarmasin, Pontianak, Palangkaraya, Samarinda, dan Padang.

Ketua Umum Koperumnas Syariah, Aris Suwirya juga mengaku tak kuatir dengan adanya persoalan anggota yang mengundurkan diri. “Semua anggota yang mengundurkan diri sudah dikembalikan semua simpanan wajibnya,” ujarnya.

Aris menyebutkan, masih lebih dari 5000 anggota yang tetap mengikuti program ini kepemilikan rumah tanpa riba yang dibangun Koperumnas. Bagi mereka tidak ada alasan proyek tersebut terhenti hanya lantaran ada segelintir anggota mundur. “Kami tidak mau zolim pada ribuan anggota lainnya. Makanya, proyek ini harus terus dilaksanakan. Koperumnas punya legalitas yang jelas SK dari Menteri Koperasi, sebentar lagi kami juga akan menggelar RAT,” tegasnya. (cep)