Hallobogor.com, Bogor – Kelurahan Cibogor, Kota Bogor, menjadi tempat simulasi evakuasi mandiri bencana longsor yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor. Warga RW 05 Cibogor pun antusias mengikuti pelatihan kesiapsiagaan dalam menanggulangi bencana pada Sabtu (12/1/2019) ini.

Lurah Cibogor, Arief Rusdiman, yang menjadi koordinator dalam simulasi tersebut mengatakan, simulasi ini salah satu upaya menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli dan tanggap bencana.

“Masyarakat adalah yang pertama yang terkena dampak langsung. Jadi jangan hanya menjadi penonton saja, tapi diminta untuk berbuat sesuatu dengan kesadarannya jika terjadi bencana di wilayahnya,” kata Arief.



Wilayah RW 05, Kelurahan Cibogor merupakan kawasan rawan longsor yang kerap terjadi ketika musim hujan.

Simulasi evakuasi mandiri longsor oleh BPBD Kota Bogor juga melibatkan Dinas Sosial Kota Bogor, Tagana Kota Bogor, PMI, LPM, Ketua RW, Tokoh masyarakat, Pemuda RW 05, warga dan Tim Sigap SDN Dewi Sartika Kota Bogor.

Menurut Arief, banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi bencana longsor, seperti melakukan penanaman pohon di daerah rawan longsor, dan ikuti aturan pemerintah untuk tidak membangun di daerah tebingan, meningkatkan budaya sadar bencana, serta memelihara lingkungan khususnya di kawasan rawan longsor.

Ia menjelaskan, simulasi ini melatih masyarakat untuk tahu bahwa daerahnya langganan longsor, sehingga pemerintah daerah berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa mereka berada di kawasan rawan longsor. “Kami beri latihan simulasi untuk mengurangi dampak yang terjadi,” katanya.

Arief menambahkan, mitigasi bencana ada dua hal, yakni mitigasi struktural dan mitigasi nonstruktural. Mitigasi struktural yakni dalam bentuk penanganan infrastruktur, misal buat benteng tembok, membuat talud, dan lain-lain.

Selanjutnya, mitigasi nonstruktural sifatnya adalah peningkatan kapasitas masyarakat dan aparat setempat bisa berupa sosialisasi, edukasi, bimtek, sampai latihan simulasi bencana.

“Paling tidak masyarakat tahu apa yang harus dilakukan di periode panik. Ketika longsor datang, dan aparat setempat mampu memobilisasi sumber daya yang ada untuk menghindari korban jiwa dan kerugian materi yang lebih besar,” katanya.

Sejak 2016 hingga 2018 BPBD Kota Bogor telah melaksanakan kegiatan mitigasi di 11 kelurahan dari 68 kelurahan yang ada di kota tersebut. Secara bertahap simulasi akan dilaksanakan di semua kelurahan, baik itu simulasi bencana banjir, longsor, puting beliung, maupun yang lainnya.

“Kegiatan simulasi ini kelanjutan kemitraan antara BPBD dengan Catholic Relief Services (CRS) dengan tiga lokasi kelurahan yakni Kedunghalang, Gudang dan Cibogor,” ujarnya.

Dari 68 kelurahan yang ada di Kota Bogor, sudah berikan pelatihan sejak 2016 sampai 2018 kepada 11 kelurahan, yakni Pasirjaya, Panaragan, Gunung Batu, Sempur, Sukaresmi, Tanah Baru, Sukasari, dan Bondongan. Ditambah tiga kelurahan yang merupakan kerja sama dengan NGO atau LSM CRS yakni Kedunghalang, Cibogor, dan Gudang. (dns)