Hallobogor. com, Bogor -Tergerak untuk menghentikan aksi bullying yang semakin banyak korbannya pada anak-anak usia sekolah, Junior Chamber Internasional (JCI) Kota Bogor bekerjasama dengan Rumah Sakit Marzuki Mahdi (RSMM) akan menggelar seminar bertajuk ‘Stop Bullying’ pada Sabtu (25 Juni 2016) mendatang di Lippo Plaza Bogor.

Inisiator seminar Juju Kurniawan mengatakan, “Bullying atau dalam Bahasa Indonesia disebut perundungan, terjadi hampir di sekitar kita tanpa disadari. Misalnya saat seseorang memanggil temannya berdasar ciri fisik seperti sebutan pendek, gendut, atau hitam. Bahkan, tatapan sinis juga termasuk salah satu bentuk bully selain secara verbal (ucapan), fisik (kekerasan), hingga di media sosial,” jelas Juju, seusai audiensi dengan Walikota Bogor, di Balaikota Bogor, Rabu (15/6/2016).

Menurut Juju dari JCI Kota Bogor ini, banyak kasus korban bullying yang masuk ke RSMM karena psikisnya terganggu. Dampaknya membuat anak menjadi minder dan tidak semangat.



Ditambahkan Psikater Anak dan Remaja RSMM, Ira Savitri Tanjung, pengaruh bullying pada anak bisa berbeda-beda tegantung kapasitas mental sang anak. Jika mental anak rendah tidak kuat ketika mendapat bullying, bisa membuat anak menjadi depresi, cemas hingga tak sedikit yang akhirnya mengalami ganguan jiwa.

Dari data menyebutkan 30 sampai 40 persen korban bullying masih berusia sekolah (SD, SMP, SMA). Bullying sering terjadi ketika seorang anak mempunyai kekurangan baik secara fisik atau mental, sementara pembully umumnya mempunyai latar belakang masalah keluarga atau juga pernah menjadi korban bullying. 

“Bullying sering terjadi di sekolah, maka di seminar ini kami mengundang guru BP, siswa hingga masyarakat umum dan diharapkan kedepan bisa jadi program sekolah saat pelajaran baru,” lanjut Ira. 

Sementara itu Walikota Bogor Bima Arya mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mempunyai komitmen kuat mengenai perlindungan anak. Beberapa diantaranya sudah dijalankan melalui program Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (BPMKB) Kota Bogor dan Tim Penggerak PKK Kota Bogor yang fokus kepada ketahanan keluarga. Sehingga sangat bagus jika bisa bersama-sama bersinergi untuk terus mewujudkan Kota Bogor sebagai Kota Ramah Anak.

“Aksi ini jangan sekadar seremoni saja tetapi benar-benar masuk sampai ke tingkat keluarga. Karena masih banyak yang belum paham bullying atau perundungan itu bisa sampai terjadi. Kami akan selalu dorong baik dari kebijakan dan koordinasi,” pinta Bima. (hrs).