Hallobogor.com, Bogor – Pemerintah Kota Bogor mengalokasikan dana APBD untuk asuransi korban bencana pohon tumbang atau dahan patah. Asuransi kecelakaan yang sudah berlaku sejak awal bulan Juni 2016 ini bagi korban jiwa maupun kerugian materil.

Kepala Bidang Pertamanan pada Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Bogor, Yadi Cahyadi mengatakan, untuk korban pohon tumbang atau dahan patah, sudah memiliki asuransi. Asuransi kecelakaan khusus pohon yang berada di jalur hijau atau yang dipelihara oleh DKP, tetapi kalau pohon tersebut ada di lingkungan perkantoran, rumah maupun pihak perseorangan yang memelihara maka tidak mendapatkan asuransi tersebut.

“Untuk nilai asuransi akan dihitung oleh pihak asuransi, baik korban jiwa maupun barang-barang seperti kendaraan yang rusak maupun rumah yang rusak tertimpa pohon tersebut,” jelas Yadi, Jumat (17/6/2016).

Lanjut Yadi, sistem klaim asuransi ada beberapa persyaratan yang diminta oleh pihak asuransi, seperti laporan kejadian atau peristiwa, surat keterangan RT/RW dan pihak kepolisian, KTP Pemohon/SIM maupun STNK, dan foto-foto di lokasi kejadian.

“Jadi untuk korban yang akan mengklaim asuransi, harus memenuhi persyaratan tersebut,” imbuhnya.

Sementara dari laporan pemeriharaan pohon menyebutkan sepanjang Januari hingga Juni 2016, DKP telah melakukan penebangan pohon sebanyak 63 pohon dari berbagai jenis pohon di Kota Bogor. Pemangkasan pohon dilakukan terhadap 237 pohon dan pohon tumbang ada 20 pohon. Sedangkan dahan patah terjadi sebanyak 25 kali peristiwa.

Yadi menambahkan, untuk program pendeteksian terhadap pohon-pohon di seluruh Kota Bogor, akan dilakukan pada Juli mendatang. DKP akan bekerjasama dengan Litbang Kehutanan, karena alat uji mendeteksi pohon itu adanya di Litbang Kehutanan.

“Pendeteksian pohon untuk mengetahui kondisi pohon, kesehatan pohon, mengetahui usia pohon, jenis pohon, dan sejarah pohon tersebut. Karena di Kota Bogor banyak sekali pohon tua dan langka, jadi pendeteksian pohon akan segera dilaksanakan,” Yadi menandas. (hrs).