Hallobogor.com, Bogor – Kemacetan yang terjadi di jalan nasional Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) mendapat perhatian serius dari Korps Lalulintas Mabes Polri. Salah satu penyebabnya, belum terpasangnya dua jembatan bailey (jembatan sementara) sejak Jembatan Cisadane dibongkar dan sedang dibangun oleh pelaksana pekerjaan PT Bumi Duta Persada.

Lokasi perbaikan total Jembatan Cisadane yang menghubungkan Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi, di Desa Ciburuy, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor ini ditinjau oleh Kasubid Jemenopsrek Korlantas Mabes Polri, Kombespol Johanes Didiek Dwi Prihantoro, Senin (2/10/2017). Ia dan rombongan didampingi Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR.

Hasil pantauannya, Kombespol Johanes Didiek Dwi Prihantoro memastikan bahwa simpul kemacetan akibat pemberlakuan satu jalur dengan sistem buka tutup di jembatan tersebut.

“Kalau satu jalur ya pasti macet ya. Tapi dari pihak PU Bina Marga tetap melakukan perbaikan, bicara macet pasti macet, dari dua jalur tadi jadi satu jalur.  Makanya kita bersama-sama antara Korlantas dan Bina Marga PUPR ke lapangan. Ini untuk memastikan bahwa kondisi seperti itu,” ujarnya kepada awak media.

Johanes Didiek mengatakan, berbagai upaya penanganan kemacetan oleh Satlantas Polres Bogor tetap berjalan dan terus dilakukan di lokasi. “Satlantas Polres Bogor semula telah menerapkan aturan untuk kendaraan angkutan khususnya Aqua agar melintas malam hari. Tapi pada sisi lain kondisi bisa membuat pendistribusian berkurang. Ya kalau berkurang dampaknya bakal ke mana-mana bisa pasokan kurang dan lain lain,” tuturnya. 

Sehingga, kata Didiek, kendaraan perusahaan yang melintasi jalur tersebut akan tetap beroperasi selama 24 jam. Solusinya, dengan menyiagakan anggota selama 24 jam. Penyiagaan itu akan dilakukan sampai selesai pembangunan jembatan pada 20 Desember 2017.

“Ya pasti macet jalur tiba-tiba jadi satu.  Solusinya tadi anggota pengaturan di lokasi kemacetan, ada Kapolsek, ada Satlantas, 24 jam mereka ada di lokasi,” tandasnya. (cep)