Hallobogor.com, Bogor – Kementerian Sosial (Kemensos) RI menunjuk Kota Bogor sebagai pilot projek  program aksesibilitas penyandang disabilitas atau penyandang cacat.

Program tersebut merupakan penyediaan prasanana dan sarana standar bagi penyandang disabilitas di setiap perencanaan pembangunan fisik baik pemerintah maupun swasta, termasuk ruang publik dan tempat wisata.

“Kota Bogor termasuk tiga kota lain yaitu Jakarta dan Bangka Belitung ditunjuk sebagai pilot project program aksesibilitas penyandang disabilitas dari Kemensos,” ujar Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Sosial dan Transmigrasi (Disnakersostrans) Kota Bogor, Anas S. Rasmanan, Senin (11/01/2016).



Anas mengungkapkan, sepanjang tahun 2015, pihaknya telah membahas program tersebut bersama dengan Bappeda, DLLAJ, Wasbangkim, Bina Marga dan SDA, Kanpora dan Dinas Kesehatan serta PD Pasar Pakuan Jaya, supaya dalam setiap perencanaan pembangunan fisik memperhatikan juga prasarana dan sarana standar bagi penyandang Disabilitas.

Tak hanya itu, lanjut Anas, termasuk BPPT-PM, di setiap permohonan izin mendirikan bangunan (IMB) baik pembangunan itu dilaksanakan oleh pemerintah dan swasta musti dilengkapi dengan persyaratan perencanaan aksesibilitas penyandang disabilitas. “Kemensos disini akan membantu pembuatan master plan aksesibilitas. Program ini dilaksanakan tahun ini, dan diharapkan aplikasinya pada tahun 2017,” kata Anas.

Sementara itu, Kepala UPTD Pembinaan Mental dan Kesejahteraan Sosial, Siti Nurhsanah menambahkan, sejauh ini hasil penjajakan instansi Dinsakersostrans dari 10 gedung baik milik pemerintah dan swasta diketauhi belum sepenuhnya menyediakan prasarana dan sarana yang standar bagi penyandang disabilitas. (hrs).