Hallobogor.com, Bogor – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor sejauh ini belum menetapkan kondisi luar biasa (KLB). Meski begitu, Kota Bogor status waspada demam berdarah dengue (DBD).

“Evaluasi dari tahun ke tahun terjadi peningkatan kasus DBD. Memang bila dibandingkan tahun sebelumnya di bulan yang sama mengalami penurunan. Pada Januari 2015 terjadi 300 kasus DBD, sedangkan Januari 2016 tercatat 200 kasus DBD,” kata Kepala Dinkes Kota Bogor, Rubaeah, seperti dikutip Halloapakabar.com, Senin (25/01/2016).

Dari catatan pihak RSU Kota Bogor, kasus korban DBD meninggal di Kota Bogor sudah dua orang per januari ini, orang tua dan anak- anak, merupakan warga Cibogor dan Balumbung Jaya.



Sementara menurut Rubaeh, wilayah rawan terkena DBD hampir di seluruh Kota Bogor. Namun, untuk wilayah Bogor Selatan saat ini sudah mengalami penurunan kasus DBD.

Dinkes sendiri mengaku sudah mengambil langkah penyuluhan kepada masyarakat dengan mengaktifkan kembali gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), Jumat Bersih (Jumsih) dan Minggu Bersih (Mingsih) apalagi di musim hujan. Himbauan melalui aparatur kecamatan dan kelurahan ini, kata dia, apakah sudah sampai atau belum ke Ketua RW/RT untuk disampaikan kepada masyarakat.

“Langkah kami juga melalui kegiatan fogging atau dengan cara pengasapan untuk membunuh nyamuk dewasa dilakukan secara masal di wilayah endemis di bulan Maret mendatang dimasa penularan DBD,” imbuh Rubaeah.

Rubaeah mengungkapkan, DBD memang disebabkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypti sehingga balik lagi kepada kesadaran masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. “75 persen itu penuntasan jentik nyamuk aedes aegypti ada di masyarakat sendiri,” tuturnya.

Masih kata Rubaeah, gejala penyakit DBD saat ini berbeda dengan sebelumnya sudah tidak memiliki ciri khas lagi. Dulu itu gejalanya panas beberapa hari lalu disertai bintik merah pada tubuh, namun sekarang gejala penyakit Chikungunya juga memiliki kesamaan seperti DBD. “Dan saat ini sudah banyak ditemui jenis nyamuk aedes aegypti, malahan sudah banyak resisten sama fogging,” tandasnya.

Sementara data dihimpun di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor, terhitung dari 1 sampai 25 Januari 2016 tercatat 131 pasien menjalani perawatan dengan dua diantaranya meninggal dunia. Penderita DBD meninggal dunia yakni Etti (38), warga Kelurahaan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, pada Minggu (24/01/2016), pukul 23.00 WIB, dan seorang anak warga Balumbung Jaya, Kecamatan Bogor Barat. (hrs).