Hallobogor.com, Bogor – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) akhirnya turun mengunjungi ke lokasi TK Mexindo, di Jalan Malabar, Bogor Tengah, Kota Bogor. KPAI turun tangan untuk menyelidiki kasus ini lantaran tak jelas ujung pangkalnya dan pelakunya masih berkeliaran.

Seperti diberitakan, kasus pencabulan tersebut terhadap korban K tersebut diduga dilakukan di dalam kelas oleh terduga U selaku penjaga sekolah TK Mexindo. Perbuatan bejat tersebut dilakukan U seusai K pulang sekolah.

Bima Sena selaku Kepala Satgas KPAI, mengatakan, dirinya bersama tim mendatangi TK Mexindo untuk mempertanyakan terkait kasus pencabulan yang dialami oleh K,siswi TK Mexindo, warga Empang, Kota Bogor.

Bima bersama tim untuk mengetuk hati pihak sekolah sekaligus memberikan paparan bahwa kejahatan terhadap anak adalah kejahatan yang luar biasa. Hal tersebut dilakukan karena pihak Sekolah terkesan menutupi kasus tersebut.

“Ini adalah kejahatan luar biasa, Undang-Undang mengatur ancamannya hukuman mati, seumur hidup, kebiri,” tuturnya.

Bima menambahkan, ketika seseorang mengetahui ada kasus kejahatan kepada anak, dan orang tersebut tidak melaporkan, makan orang tersebut bisa terkena pidana.

“Kalau hal ini terjadi kepada keluarga mereka atau anak mereka, pasti lain ceritanya. Semoga dengan pemaparan dari kita, bisa lebih membuka hati mereka,” pungkasnya. (fer)