Hallobogor.com, Bogor – Menjelang Pilkada Kota Bogor yang dihelat Juni 2018 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor maupun Pemkot Bogor salah satunya fokus pada pembahasan anggaran penyelenggaran pemilu. Informasi terkini, KPU Kota Bogor akan meminta tambahan anggaran Rp2 miliar kepada Pemkot Bogor.

Ketua KPU Kota Bogor, Undang Suryatna, mengatakan, anggaran untuk perhelatan Pilwakot yang sudah disetujui DPRD Kota Bogor sekitar Rp38 miliar. “Kami akan mengajukan kembali di anggaran perubahan menjadi sekitar Rp40 miliar,” katanya.

Pengajuan perubahan anggaran ini bukan tampak alasan. Karena, perkembangan politik di Kota Bogor yang awalnya diperhitungkan hanya enam calon yang maju (empat dari partai politik dan dua dari independen), ternyata setelah dilihat dari perkembangan terutama informasi dari media, calon independen bertambah satu orang. Sehingga yang mencalonkan menjadi tujuh pasangan yaitu empat pasangan dari parpol dan tiga pasangan dari independen.

“Demi terlaksananya Pilkada yang baik maka perubahan pengajuan anggaran ini sangat menentukan,” ujarnya.

Menurut Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Heri Cahyono, pengajuan KPU Kota Bogor ini masih tahap wajar. Karena, jika pada pelaksanaan Pilwakot nanti ada kekurangan anggaran maka pelaksanaannya pun tidak akan maksimal.

“Pengajuan penambahan anggaran ini tetap kami support, karena Pilkada yang berkualitas akan menghasilkan yang terbaik,” terangnya.

Heri menambahkan, KPU sendiri pasti sudah memperhitungkan semuanya, dan semua dana tersebut akan dipertanggungjawabkan oleh KPU sendiri. “Jika dana Pilkada tersebut SiLPA, maka sisanya pun pasti akan dikembalikan lagi,” ucapnya. 

Ia berharap Pilkada yang akan dilaksanakan pada 2018 mendatang bisa berjalan dengan sukses sebagaimana tahun-tahun sebelumnya dan akan membuahkan hasil yang baik juga lebih maksimal. (dns)