Hallobogor.com, Bogor – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor kembali menorehkan prestasi. KPU Kota Bogor sukses menyabet penghargaan (award) dari KPU Provinsi Jawa Barat (Jabar) sebagai penyelenggara Pemilu sangat patuh se-Jabar dalam pengelolaan informasi publik.

Seperti dikutip Halloapakabar.com, Penghargaan kategori Pengelolaan dan Penguatan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) 2015-2016 dan Penyelenggara Pilkada 2015 di Jabar tersebut, diserahkan oleh Ketua KPU Jawa Barat Yayat Hidayat dalam rapat pimpinan KPU Provinsi Jabar dan KPU kab/kota se-Jabar di Garut tanggal 28 dan 29 April 2016.

Sedangkan di posisi kedua, penghargaan dengan kriteria sangat patuh diberikan kepada KPU Kabupaten Ciamis dan ketiga diraih Kota Bandung.

Sementara itu, penghargaan untuk kriteria patuh diraih oleh KPU Kabupaten Pangandaran disusul Kabupaten Garut, Kabupaten Kuningan, Kota Cirebon, Kota Banjar, Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Sumedang.

Terdapat enam kategori penilaian dalam penghargaan itu. Yaitu implementasi regulasi, Daftar Informasi Publik (DIP), e-PPID, web site, fasilitas pelayanan, dan laporan tahun 2015.

Pada kesempatan tersebut disampaikan juga penghargaan kepada penyelenggara Pilkada serentak 2015 dengan kriteria dan perolehan penghargaan sebagai berikut:

Kota Depok sebagai penyelenggara berintegritas; Kabupaten Pangandaran sebagai peraih partisipasi masyarakat tertinggi; Kabupaten Sukabumi sebagai peraih pendaftaran pemilih terakurat; dan Kabupaten Bandung peraih bidang Akselerasi Sistem Aplikasi.

Ketua KPU Kota Bogor, Undang Suryatna, berharap dengan penghargaan ini dapat memicu semangat staf KPU Kota Bogor untuk bekerja labih baik lagi, mampu mengambangkan kreativitas, dan dapat terus berinovasi untuk memberikan pelayanan yang terbaik dalam penyelenggaraan Pemilu di Kota Bogor.

“Memang kami masih menemui beberapa kendala, terutama KPU Kota Bogor belum memiliki gedung sendiri sehingga agak kesulitan dalam menata ruang arsip dan dokumentasi serta dalam mengembangkan inovasi dalam memberikan kenyamanan kerja pegawai serta memberikan pelayanan kepada peserta Pemilu dan publik dan keterbatasan sarana dan prasarana lainnya. Akan tetapi kami terus berusaha seoptimal mungkin memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada,” ungkapnya. (cep)