Hallobogor.com, Bogor – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor melakukan launching atau peresmian tahapan pelaksanaan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor (Pilwakot) dalam Pilkada serentak 27 Juni 2018 mendatang. Acara launching yang digelar di Gedung Braja Mustika, Senin (18/12/2017) ini, sekaligus sebagai bentuk pernyataan KPU bahwa KPU siap menyelenggarakan Pilwakot.

Acara ini selain diisi dengan pemaparan sosialisasi Pilwakot, sekaligus launching maskot Pilwakot Bogor yakni “Mang Uncal dan Bi Uncal” serta tagline “Bersahabat” (berintegritas, amanah, aksesibel, bermartabat).

Sesuai tahapan, Pilwakot ini dimulai dengan penyampaian syarat dukungan bakal calon perseorangan (25-29/11/2017), pendaftaran paslon perseorangan/parpol/gabungan parpol (8-10/1/2018), penetapan paslon (12/2/2018), pengundian nonor urut paslon (13/2/2018), sengketa TUN (12/2-21/5/2018), masa kampanye (15/2-23/6/2018), debat publik (15/2-23/6/2018), masa tenang dan pembersihan alat peraga kampanye (24-26/6/2018), pemungutan dan perhitungan suara (27/6/2018), rekapitulasi hasil perhitungan suara (28/6-6/7/2018), penetapan paslon terpilih (tidak ada permohonan PHPU ke MK), dan penetapan paslon terpilih ada PHPU 3 hari setelah putusan PHPU di MK.

Ketua KPU Kota Bogor, Undang Suryatna, menargetkan pencapaian tingkat partisipasi masyarakat pemilih dalam Pilwakot 2018 sebesar 78 persen. “Tingkat partisipasi masyarakat Kota Bogor dalam setiap pemilihan selalu meningkat dari 63,4 persen pada 2009, Pileg 2014 75,84 persen, Pilpres 79,12 persen, serta target 78 persen pada Pilwakot nanti,” katanya.

Untuk itu, KPU akan terus melakukan pemutakhiran data pemilih secara akurat bekerjasama dengan Disdukcapil serta lembaga-lembaga terkait. Ditambah menggencarkan sosialisasi yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat. “Kami berharap semua pihak ikut membantu sosialisasi untuk meningkatkan tingkat partisipasi pemilih dan melaksanakan pemilihan sesuai tagline Bersahabat,” tandasnya.

Undang Suryatna menjelaskan bahwa saat ini tahap persiapan sudah mencapai 80 persen dan tinggal pelaksanaan. Secara teknis, anggaran Pilwakot sudah disahkan Rp37,9 miliar, anggota PPK dan PPS sudah terbentuk, dan nanti KPPS dibentuk pada April-Juni 2018.

Sementara itu, Komisioner KPU Jabar Divisi Sosialisasi dan SDM, Nina Yuningsih, tingkat partisipasi harus jadi perhatian bersama. “Pesta demokrasi selayaknya bagai sebuah pesta, harus bergembira, semarak, seperti tagline KPU Jabar. Jauhi suasana mencekam. Bersainglah secara sehat. Kompetisi ide visi misi yang konstruktif. Di Jabar ada 16 kabupaten/kota yang akan melaksanakan Pilkada serentak. Menariknya, jumlah pemilihnya besar.

Anggaran capai Rp1 triliun, di mana 60 persennya untuk honorarium penyelenggara. Ini bakal jadi destinasi politik dan edukasi demokrasi,” ungkapnya.

Acara launching ini dihadiri Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman, Dandim, Kajari, perwakilan Polresta, sejumlah kepala SKPD, para ketua dan pengurus partai politik, PPK dan PPS se-Kota Bogor, serta undangan. (cep/dns)