Hallobogor.com, Bogor – Warga Bogor kembali kehilangan tokoh penting. Mantan Ketua DPRD Kabupaten Bogor dan mantan Anggota DPR RI Fraksi PPP H.R. Endang Kosasih tutup usia pada Jumat (23/11/2018) pukul 02.00 Wib dinihari.

Endang Kosasih meninggal di usia 56 tahun setelah sebelumnya mengalami sakit diabetes (gula) dan sempat dirawat satu hari di RSUD Ciawi.

Ratusan warga Kabupaten maupun Kota Bogor yang mendengar kabar meninggalnya Endang Kosasih pun datang melayat dan ikut melaksanakan sholat jenazah usai sholat Jumat di Masjid Baiturrohmah, Kampung Kaum, Deza Bandungan, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor. Jasad almarhum kemudian dihantarkan secara estafet dari masjid ke liang lahat yang persis berada di depan masjid.

Selain sanak saudara dan masyarakat umum dari berbagai kalangan, nampak hadir dalam suasana duka tersebut Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Ichsan Firdaus, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ilham Permana dan para anggota dewan, Wakil Bupati Bogor Terpilih H. Iwan Setiawan, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dan Wakil Wali Kota Bogor Dedi A. Rachim, Hj. Elly Yasin (istri mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin/Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor), jajaran pejabat di lingkungan Pemkab Bogor, mantan pejabat Pemkab Bogor, PNS, kalangan swasta, para pengurus partai politik, para caleg dari lintas partai, para aktivis dan mahasiswa, hingga kalangan awak media.

Ratusan pelayat dari berbagai kalangan dan profesi ini sangat kehilangan sosok almarhum yang dikenal tokoh penting bukan saja di Bogor. Almarhum Endang Kosasih dikenal sebagai tokoh nasional yang baik dan dikagumi banyak pihak.

Dalam sambutannya mewakili keluarga dan tokoh masyarakat Bogor, Ade Ruhandi alias Jaro Ade yang juga mantan Ketua DPRD Kabupaten Bogor, mengatakan sosok alamarhum H. R Endang Kosasih merupakan sosok guru bagi semua politisi.

“Sebagai adik asuh, saya merasakan kontribusi almarhum HR Endang Kosasih dalam pembangunan Kabupaten Bogor maupun Jawa Barat cukup besar hingga hari ini kita merasa kehilangan sosok beliau,” katanya.

Dia menerangkan almarhum merupakan guru politik bagi para politikus hingga tidak hanya dihormati di PPP, tetapi juga disegani politikus partai politik lainnya.

“Politikus partai politik lainpun kerap berguru ke almarhum dan dia juga kerap mengenyampingkan kepentingan pribadi maupun golongannya demi kepentingan Kabupaten Bogor maupun kepentingan nasional. Ia selalu mengedepankan kekeluargaan dalam berbagai hal. Melihat proses almarhum pergi untuk selama-lamanya saya yakin beliau meninggal dalam keadaan husnul khotimah,” terang politisi Partai Golkar ini.

Mantan Wakil Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor H Topik mengenal sosok HR Endang Kosasih adalah tokoh yang membesarkan partai berlambang ka’bah. Almarhum adalah tokoh PPP pertama yang bisa menjadi Ketua DPRD Kabupaten Bogor.

“Dulu waktu beliau menjabat sebagai Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor kebetulan saya menjadi wakilnya dan di masa kepemimpinan almarhum baru pertama polikus PPP bisa menjadi Ketua DPRD Kabupaten Bogor,” ucap H Topik.

Dia melanjutkan almarhum H R Endang Kosasih merupakan politisi yang santun dan tidak pelit dalam memberikan ilmunya kepada politisi lainnya. Ketika pemakamannya banyak politisi lintas partai yang datang melayat.

“Dia adalah guru bagi politisi dan ilmu agamanya juga sangat baik karena beliau dulunya pernah menjadi santri di Pondok Pesantren Buntet Kota Cirebon yang saat itu dipimpin KH Abbas,” lanjutnya.

Anak bungsu H R Endang Kosasih Nurmaulida Syifa mengenang almarhum adalah sosok ayah yang paham betul tentang agama, tidak pernah marah tetapi tegas. Hingga anak-anaknya tahu apa yang harus dilakukan tanpa diperintah.

“Sebagai politikus almarhum ayah memang kerap pulang malam, karena sebagai politikus banyak teman dari ragam partai politik yang ia harus temui. Kepada keluarga dia melarang kami untuk golput tetapi demokratis, hingga tidak pernah memaksakan hak politik anak-anaknya untuk memilih calon presiden, calon kepala daerah atau calon legislatif yang diusung oleh almarhum,” tutur Syifa. (cep)