Hallobogor.com, Bogor – Sudah puluhan korban jiwa melayang akibat kecelakaan lalu lintas di sepanjang Jalan Raya Puncak, Kabupaten Bogor. Berbagai insiden tabrakan maut yang terjadi didominasi akibat rem kendaraan bus yang tidak berfungsi atau rusak.

Kondisi ini mendapat perhatian serius Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Ade Ruhandi alias Jaro Ade. Menurutnya, belajar dari beberapa kejadian kecelakaan di Puncak pemerintah harus segera melakukan kajian dan langkah kongkret. “Jalur Puncak harus dilebarkan,” tegasnya.

Jaro Ade mengatakan, berbagai lakalantas maupun kemacetan di jalur wisata itu tak terlepas dari faktor penanganan infrastruktur jalan dsn kewenangannya. 



“Penanganan infrastruktur dan kenanganan Jalan Raya Puncak menjadi tanggung jawab semua pihak. Maka harus ada pembagian tugas yang jelas, mana yang ditangani Pemerintah Kabupaten Bogor dan mana yang ditangani provinsi. Juga perlu peran penting pemerintah pusat. Jalur Puncak butuh kerja sama semua pihak,” paparnya.

Jaro Ade menjelaskan, ada beberapa solusi pelebaran jalur Puncak yang harus diprioritaskan. “Pertama jalur alternatif sebelah utara dan selatan. Kedua jalur utama Jalan Raya Puncak, dan ketiga pelebaran jalur-jalur alternatif,” ujarnya.

Ia meyakini, jika persoalan kemacetan dan kapasita infrastruktur jalan sudah memadai maka semua pihak akan nyaman dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bogor akan meningkat terutama di sektor pariwisata.

Terpisah, Anggota Komisi V DPR RI, Anton Sukartono Suratto, juga menyoroti serius kondisi Jalan Raya Puncak. “Harus ada alternatif solusi lain. Tidak hanya dapat mengandalkan one way,” katanya.

Anton mengatakan, mengingat kapasitas Jalan Raya Puncak sudah tak seimbang dengan volume kendaraan maka pemerintah bisa menggeber pembangunan jalur Puncak 2. “Itu bisa menyelesaikan permasalahan macet di jalur Puncak,” kata dia.

Politisi Partai Demokrat ini juga berjanji akan menyampaikan persoalan sering terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalur Puncak kepada Kementerian Perhubungan. “Pada saat RDP (Rapat Dengar Pendapat) akan saya sampaikan. Kemenhub harus tegas dan rutin mengecek kelayakan setiap armada bus, khususnya yang melintasi jalur Puncak,” tandasnya. (cep)