Hallobogor.com, Bogor – Geliat potensi UMKM di Indonesia kian menunjukkan hal positif. UMKM memiliki peranan yang sangat penting dalam menggerakkan roda ekonomi nasional. Kota Bogor salah satunya. UMKM-nya menyimpan banyak potensi besar dan terus berkembang, kini tercatat sekitar 23.000 UMKM di Bogor.

Sandra Alfina selaku CO-Founder Sunkrips, mengatakan, dari sekitar 23.000 UMKM di Bogor diperkirakan pertumbuhannya bisa semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan internet di Indonesia yang termasuk paling tinggi di dunia. Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggaraan Jasa Internet Indonesia (APJII), tercatat di tahun 2017 sudah ada 143 juta orang Indonesia yang menggunakan internet.

Untuk itu, UMKM perlu untuk mulai melirik pasar online sebagai salah satu strategi pemasaran produk masing-masing. Beragam pilihan platfrom juga semakin bertambah sebagai pilihan bagi UMKM untuk bisa memasarkan produknya. Mulai dari media sosial (medsos), e-commerce, hingga markeplace.

Sebagai bagian dari dukungan terhadap perkembangan UMKM lokal di Bogor, Sunkrips sebagai perusahaan yang telah menjalankan bisnisnya selama hampir 28 tahun di Indonesia menggelar acara Kopi Writing bersama Kompasiana dengan teman “Belanja Online di Social Media atau E-commerce”. Acara digelar di Salak Tower Hotel, Kota Bogor, Rabu (14/11/18).

Sandra Alfina pada kesempatan ini berbagi cerita seputar pemasaran produk melalui online yang dijalaninya. Sebagai salah satu produk usaha berkembang di Bogor, Sunkrips yang mengusung produk camilan sehat berbasis sayuran ini memanfaatkan media online untuk pemasaran sekaligus edukasi kepada konsumen.

“Untuk pemasaran produk Sunkrips, kami menggunakan instagram sebagai platform utama untuk edukasi konsumen tentang produk Sunkrips kami dan juga pengetahuan sekitar MPASI serta ibu dan anak. Melalui media online khususnya media sosial, kami menyajikan konten dengan kualitas baik secara konsisten sehingga customer berminat dengan brand dan produk sehingga melakukan pembelian. Selain itu, pelayanan customer yang tanggap dan bukan seperti robot juga menjadi salah satu faktor penting dalam pemasaran produk dan brand, untuk memberikan pengalaman terbaik bagi konsumen,” kata Sandra.

Lebih lanjut, Ia memaparkan bahwa budgeting pemasaran juga salah satu tantangan bagi dirinya karena pada prinsipnya pemasaran brand dan produk tidak langsung dituai secara instan, dan setiap customer memiliki perjalanan yang berbeda-beda untuk membeli suatu produk.

Sistem perdagangan berbasis elektronik memang sangat berpotensi menjadi salah satu penggerak roda perekonomian nasional. Melihat potensi ini, Pemerintah menganggap perlu mendorong percepatan dan pengembangan sistem perdagangan nasional berbasis elektronik.

“Untuk itu, presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) No. 74 Tahun 2017 tentang Peta Jalan Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik (SPNBE) atau Road Map E- Commerce tahun 2017-2019 pada pertengahan tahun 2017 lalu. Dengan adanya peta jalan SPNBE 2017-2019 ini diharapkan transaksi perdagangan berbasis elektronik bisa lebih terarah persiapan dan pelaksanaannya,” paparnya.

Acara Kopi Writing ini turut dihadiri VP Of Marketing JNE, Eri Palgunadi, dan Tenaga Ahli Senior Perdagangan Sekretariat Roadmap E-commerce Kemenko Bidang Perekonomian RI, Mohamad Rosihan. (dns)