Hallobogor.com, Bogor – Lokasi penikaman siswi SMK Khatolik Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat dikenal rawan oleh warga di komplek perumahan Jl Riau karena banyak tindak kejahatan terjadi.

“Lokasi ini memang agak rawan, selain sepi juga kurang terpantau,” kata Rahmat Budiarto, Ketua RT setempat saat ditemui Rabu (9/1/2019).

Ia mengatakan, gang kecil berjenjang tersebut dibangun oleh Masjid Raya Bogor, menghubungkan Jl Sambu dan Jl Riau. Warga biasa menggunakan jalan tersebut untuk akses ke masjid. Jl Sambu merupakan akses menuju Terminal Baranangsiang, dan Jl Raya Padjajaran.

Sementara itu warga di Jl Riau memanfaatkan gang tersebut selain untuk ke masjid juga untuk ke terminal atau ke Jl Pajajaran. Menurut Rahmat, kerawanan yang pernah terjadi di gang tersebut seperti sering ada orang yang mabuk yang melintas, dan kejadian pencopetan.

“Makanya kami pasang CCTV menyorot gang ini, dan dimonitor di ruang RW,” kata Rahmat.

Kamera CCTV yang sempat merekam aksi penikaman yang dilakukan oleh pria tidak dikenal kepada siswi SMK Khatolik Baranangsiang tersebut telah dipasang sejak setahun yang lalu. Menurutnya, kamera pemantau tersebut dipasang atas permintaan warga yang khawatir kerawanan yang ada di gang tersebut.

“Karena yang melintas di gang ini selain warga komplek bisa siapa saja, bebas, karena dekat dengan terminal, dan jalan raya,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya siswi SMK Khatolik Baranangsiang, Kota Bogor Andriana Yubelia Noven Cahaya Rejeki (18) tewas setelah ditikam oleh pria tidak dikenal di gang sepi menuju Jl Riau. Dara berambut lurus tersebut ditikam setelah pulang dari sekolah yang berlokasi dekat Terminal Baranangsiang.

Korban sedang dalam perjalan pulang menuju rumah indekosnya yang berada persis di samping gang. Sri Indrati, warga perumahan Jl Riau menyebutkan, lokasi rumahnya memang tergolong sepi, jarang ada lalu lintas orang maupun kendaraan.

“Karena kebanyakan warga yang tinggal di sini sudah pada sepuh-sepuh, jadi memang jarang lalu lalang orang,” katanya.

Khusus di gang tempat kejadian perkara, biasa digunakan oleh warga beraktivitas ke masjid atau siswa yang berangkat maupun pulang sekolah, dan para pekerja. Menurut dia, 15 tahun silam sempat pernah ada kejadian penikaman yang dialami oleh anak tetangganya oleh orang yang sedang mabuk.

“Karena aksesnya dekat terminal, jadi ada orang-orang yang tidak dikenal sering lewat, makanya kalau malam gang ini digembok gerbangnnya,” kata Sri yang juga Ketua RT02.

Andriana Yubelia ditemukan beberapa menit setelah penikaman dilakukan, warga melihat siswi tersebut tertelungkup bersimbah darah. Awalnya warga mengira korban terjatuh, saat ditolong korban terluka akibat tusukan pisau di dada sebelah kiri.

Menurut saksi mata Abdullah, saat dievakuasi warga, korban masih bernyawa, tetapi sudah kelihatan lemah. Warga membantu evakuasi korban dengan menggunakan mobil bak terbuka, korban diduga meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Kini lokasi kejadian telah ditutup aksesnya oleh petugas kepolisian, dan dipasang garis polisi. Warga tidak bisa lagi melintas sampai proses penyelidikan selesai. Demikian, seperti dikutip Indonesiaraya.co.id. (lai)