Hallobogor.com, Bogor – Kasus dugaan korupsi dalam bentuk penjualan aset negara dan penyerobotan lahan milik warga di Desa Singasari, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, sudah sampai ke tangan KPK. Puluhan mahasiswa BEM Universitas Djuanda (Unida) Bogor menggelar aksi unjukrasa di Kantor KPK dan menyerahkan sebundel berkas bukti-bukti korupsi ke KPK, Kamis (31/5/2018).

Dalam aksinya di Kantor KPK Jl Persada Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan mulai pukul 13.55 sampai pukul 15.25 Wib, mahasiswa Bogor menuntut konsistensi KPK dalam mengusut tuntas kasus korupsi, mendesak KPK untuk segera mengusut kasus penggelapan aset negara 100 hektar dan 13 Ha tanah masyarakat Desa Singasari oleh oknum-oknum pejabat Pemkab Bogor yang merugikan negara sebesar Rp565 miliar.

Dalam tuntutannya, mahasiswa juga mendesak KPK segera mengusut dan menjadikan tersangka oknum pejabat Pemkab Bogor yang terdiri dari Rahmat Yasin (mantan Bupati Bogor), Ade Munawaroh (mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor), Zainul Mutaqin (mantan anggota DPRD Kota Bogor), Burhanuddin (Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Bogor), Lesmana (Ketua Baznas Kabupaten Bogor), Rudi Ferdian (Ketua Kadin), Wawan M Sidik (Kadis Kominfo Kabupaten Bogor/mantan Camat Jonggol), Asep Aer (Camat Jasinga/mantan Camat Jonggol), dan banyak lagi.

“Bogor harus bersih dari koruptor. Usut tuntas kasus perampasan aset negara dan masyarakat. Sejak bertahun-tahun warga Desa Singasari Jonggol Bogor dilanda keresahan dan merasa dizdolimi oleh mafia tanah dan koruptor di Kabupaten Bogor. Hak rakyat terbukti diinjak-injak maka kami mahasiswa berontak. Terima kasih kepada KPK yang telah menerima laporan kami,” ungkap Korlap aksi, Arifin.

Aksi yang berlangsung kondusif ini diakhiri dengan aksi teatrikal serta penyerahan sebundel berkas bukti kasus korupsi tersebut dari mahasiswa ke salah seorang perempuan staf KPK.

“Terima kasih atas kerjasamanya, atas dukungannya, kepada rekan-rekan mahasiswa. Secara simbolis ini saya terima, nanti selanjutnya akan ditreking dan difollow up apakah lengkap atau ada materi-materi tambahan. Salam antikorupsi,” ujar Staf KPK. (cep)

BACA JUGA : PEDRO Hadir di Mal Botani Square dengan Desain Konsep Toko Baru