Hallobogor.com, Kemang – Banyaknya informasi kasus pencurian kekerasan (curas) dan pencurian berat (curat) di wilayah hukum Polsek Kemang, Kabupaten Bogor yang meliputi Kecamatan Kemang dan Rancabungur, membuat warga di kedua wilayah tersebut resah. Sayangnya, kepedulian dan kesadaran warga untuk melapor kepada pihak berwajib masih sangat minim.

Berdasarkan informasi yang berkembang ditengah masyarakat, dua titik jalur yang rawan kejahatan adalah Jalan Madnur Desa Jampang hingga Pasar Ciseeng dan Jalan Jampang Hambulu hingga Karihkil Kecamatan Ciseng.

“Dua jalur ini menjadi kawasan yang paling sering disatroni para pelaku penjambretan dan pencurian kendaraan bemotor roda dua,” kata Agus (47) warga Desa Jampang.



Kasus kejahatan tersebut, pernah dialami Suhendri (35) warga Kampung Kandang RT 06/02 Desa Tegal, Kecamatan Kemang. Beberapa hari lalu, dirinya mengaku kehilangan sepeda motorn jenis Yamaha Vega berwarna biru, bernopol B 6090 VAX.

“Saat itu, saya memarkir kendaraan di sebuah warung kopi di Kampung Nagrog, Desa Tegal, Kecamatan Kemang. Tak lama sekitar 15 menit pas saya keluar motor sudah dilarikan pencuri,” ungkap Suhendri.

Sementara itu saat dikonfirmasi, Kanit Reskrim Polsek Kemang Bambang Suhariyanto, membenarkan adanya kejadian tersebut.

Menurutnya, di kawasan Kemang dan Rancabungur memang sedang marak aksi pencurian sepeda motor. Namun warga jarang melaporkan tindak kejahatan yang dialaminya, hingga membuat pihak Polsek Kemang kesulitan dalam mendeteksi dan melacak aksi-aksi pencurian tersebut.

“Selama tiga bulan terakhir ini pola dan waktu kejahatan pun makin sulit di tebak. Kami sulit memetakan pola waktu dan tempat kejadiannya, sehingga warga sendiri harus lebih waspada,” jelasnya. (dani)