Hallobogor.com, Bogor – Pengajian rutin Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor yang dilaksanakan Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Bogor di Masjid Raya Bogor, Kamis (12/5/2017) sedikit berbeda. Selain diisi dengan pembayaan ayat kursi dan manakib menyambut nisfu sya’ban, juga membahas persoalan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

“Kami mengapresiasi pembubaran organisasi Islam (HTI) oleh pemerintah melalui langkah-langkah hukum pengadilan, itu sangat kami dukung,” kata Ketua GP Ansor Kota Bogor, Rahmat Imron Hidayat.

Menurut Rahmat Imron Hidayat, apabila di Kota Bogor juga ada jenis pendidikan atau ada tempat pendidikan sebagai basis dasar HTI maka harus ada tindakan dari Dinas Pendidikan atau Kementerian Pendidikan. “Misalkan ada atau tidaknya jika ada kurikulum yang melenceng dari yang sudah diatur oleh Dinas Pendidikan, maka pihak pemerintah khususnya Dinas Pendidikan harus mengambil sikap,” tegasnya. 



Anggota DPRD Kota Bogor yang juga pengurus GP Ansor, Muhamad Aswandi, mengemukakan, pengajian rutin MDS sangat bagus karena iinya bukan hanya fisik tapi membangun rohani. “Jadi saya pikir acara manakiban ini sangat luar biasa dan sangat positif. Nah, untuk sementara ini kita rutinkan dulu di masjid raya, kalau sudah benar-benar rutin kami akan kembangkan lagi di PC-PC se-Kota Bogor,” ucapnya. 

Sementara Ketua MDS, Muhamad Bustomi, berharap pengajian rutin ini dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. “Jadi bukan hanya sekadar teori, pada praktiknya pun kita harus bisa menjalankan apa yang memang diperintahkan oleh Allah dan Rasulnya dan para ulama,” tandasnya. (dns)