Hallobogor.com, Bogor – Carissa Novalina Putri (5), anak dari pasangan Nina Nurhaerani (37) dan Angga Sembada (38) harus terbaring lemas menahan rasa sakit diperutnya. Clarissa terbaring, lantaran menderita penyakit Buddchiari Syndrome atau kelainan hati.

Ditemui Hallobogor.com Jumat (29/08) di kediamannya, di Kampung Cikaret, Gang Basir, RT 07/04, Kelurahan Cikaret, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.
Clarissa menderita penyakit tersebut, berawal dari mengeluh sakit di bagian perutnya hingga membesar.

“Awalnya hanya masuk angin biasa dan mengalami kembung diperut, sampai anak saya tidak bisa membuang angin. Lama kelamaan perutnya jadi membesar,”tutur Orangtua Clarissa, Nina Nurhaeni, kepada wartawan.

Nina menjelaskan, sejak menderita penyakit itu, Clarissa di rujuk ke RS PMI Bogor, namun dari pihak RS PMI, Clarissa harus dirujuk ke RSCM Jakarta.

“Dokter di RS PMI hanya bilang ada cairan di perutnya, sehingga dokter RS. PMI, Carissa harus dirujuk ke RSCM Jakarta,dan langsung dirawat,”kata Nina.

Lebih lanjut Nina mengatakan, saat itu perutnya sangat besar, hingga berdiameter 65 centimeter. Setelah perutnya kempis pada 22 April, Carissa di ijinkan pulang oleh Dokter dan melakukan berobat jalan.

“Baru tiga hari dirumah, perut Carissa kembali membesar sampai Carissa tidak bisa bernapas. Sampai saat ini sudah 5 kali Carissa dirawat di RSCM, dan setiap satu bulan harus control rutin dua kali berobat jalan,” ungkapnya.

Sampai saat ini, sambung Nina, sumber sakitnya belum dapat diobati, karena ada sumbatan di pembuluh darah yang masuk ke hati.

“Kondisi Carissa terlihat sehat, tetapi kalau penyumbatan pembuluh darah tidak terbuka, maka jalan terakhir harus transpalnsi hati atau cangkok hati, “terangnya.

“Saat ini biaya di RSCM menggunakan BPJS, namun kami memiliki kendala kendala yang harus dibantu, diantaranya, kebutuhan untuk biaya ongkos bolak balik ke RSCM dan mempersiapkan dana apabila Carissa sampai di rawat kembali.

Kalau sampai di vonis harus transpalansi hati, maka kita harus menyiapkan uang Rp. 1 milyar,” tambahnya.

Nina berharap, ada bantuan dari pemerintah untuk kesembuhan anaknya, meski Ia mengaku sampai saat ini belum melaporkan ke Dinkes Kota Bogor terkait penyakit yang diderita anaknya. (Dani)