Hallobogor.com, Bogor – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Prof. Muhajir Efendi mengatakan bahwa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) telah mencatatkan sejarah sebagai organisasi yang banyak melahirkan pemimpin bangsa. Karenanya, HMI sebagai organisasi kemahasiswaan tertua harus lebih produktif dan inovatif dalam menghadapi persaingan global serta bisa menciptakan peradaban yang berkeadaban.

“Tantangan ini harus dijawab dengan baik oleh kader HMI. Arus zaman yang begitu cepat menuntut setiap individu untuk bergerak lebih cepat, perubahan tidak bisa diprediksi, sebab itu mengasah skill sejak dini merupakan salah satu kunci menghadapi perubahan zaman tersebut. HMI harus terus berbenah dan berinovasi untuk menciptakan peradaban yang berkeadaban,” ungkapnya Prof. Muhajir Efendi saat memberikan materi dalam kegiatan Sekolah Pimpinan (Sespim) HMI di Panjang Jiwo Resort, Sukaraja, Kabupaten Bogor, Kamis (04/10/18).

Mendikbud mengemukakan, HMI lahir salah satunya karena kegelisan seorang Lafran Pane dalam melihat situasi umat Islam Indonesia kala itu, di mana waktu itu terjadi dikotomi sistem pendidikan agama dan pendidikan umum. HMI hadir untuk memperjuangan harkat dan martabat bangsa Indonesia.

“Sejak berdirinya HMI sampai sekarang, kader HMI mengambil peran strategis dalam mengisi pembangunan Indonesia, baik itu yang aktif di politik praktis, profesional, pengusaha, bahkan seorang pemikir dan pendidik,” katanya.

Diakuinya pula, konsep kebenaran universal yang menjadi landasan setiap kader HMI mampu terjewantahkan di tengah masyarakat. Untuk itu kader HMI harus selalu senantiasa menjadi insan pencipta dan pengabdi. Di samping itu, HMI yang mempunyai jejaring yang luas tentu ini sangat memudahkan kader HMI dalam mengimplementasikan ilmunya. Peluang yang begitu besar membutuhkan kreatifitas kaum muda salam mengisinya.

“Kader HMI harus mampu melakukan perubahan, menghadapi bonus demografi, kader HMI harus berpikir jauh ke depan, tidak boleh stagnan karena perubahan begitu cepat, apabila kita tidak mampu maka kita akan ketinggalan. Bonus demografi harus kita hadapi dengan optimis, pemuda harus mampu menciptakan perubahan bukan korban dari perubahan. Kader HMI harus mencipta peradaban,” pungkasnya. (dns)