Hallobogor.com, Bogor – Terselip kisah menarik dalam upaya penyelamatan mayat tanpa identitas yang ditemukan mengambang di Sungai Ciliwung, tepatnya di bawah Jembatan Situ Duit RT 05/02 Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jumat (3/2/2017). Aksi penyelamatan ini tak lepas dari peran seorang sosok Muhtar (45 tahun).

Mayat berjenis kelamin tersebut pertama kali dievakuasi oleh Muhtar. Selama kurang lebih satu jam, dia melakukannya dengan tangan sendiri, sebelum tim yang lain datang. Disayangkan, aksi heroiknya tak tersorot kamera media.

Berbagai aksi penyelamatan pernah dia alami baik di Bogor maupun di luar Bogor. Antara lain penyelamatan pendaki gunung, korban bencana tsunami Aceh, tsunami Mentawai, dan beberapa kali penyelamatan di Gunung Salak dan Gunung Gede. “Lebih sering saya lakukan di hutan dan gunung,” ujarnya.

Berdasarkan pengalaman dari berbagai aksi evakuasi korban dan bencana alam, Muhtar pun melontarkan sejumlah kritik terhadap pemerintah dalam proses evakuasi atau menangani korban bencana alam maupun bentuk korban lainnya.

“Saya melihat dari tim yang sifatnya di bawah kendali pemerintah, baik dari segi komunikasi, kesiapsiagaan maupun kinerjanya, masih kurang maksimal. Ini bisa dilihat dari kinerjanya. Padahal ini menyangkut keselamatan korban maupun penyelamatnya itu sendiri,” ungkapnya.

Muhtar berharap kepada Pemerintah Kota Bogor agar lebih serius memaksimalkan tim evakuasi apalagi curah hujan di Kota Bogor cukup tinggi.

Selain aktif dalam kegiatan sosial penyelamatan korban bencana alam, Muhtar dalam kesehariannya menyewakan perlengkapan camping dari tenda, tas ransel, dan lain sebagainya di kios berukuran 2×4 m2 di Jalan Ahmad Yani, persis di ujung Jembatan Situ Duit, Warung Jambu, Kota Bogor. (dns)