Hallobogor.com, Bogor – Sejak medio 2017 hingga nanti 2019 banyak yang menyebut merupakan tahun politik. Suka tidak suka masyarakat ikut larut dengan berbagai kegiatan politik baik agenda Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak maupun nanti Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg) maupun Pemilihan Presiden (Pilpres).

Selama tahun-tahun politik ini, topik soal politik sangat seksi menjadi bahan pemberitaan media, perbincangan di media sosial, hingga obrolan warung kopi. Tak terkecuali di Kabupaten Bogor yang tengah menjadi perhatian nasional lantaran ‘palu untuk mengetuk pemenang Pemilihan Bupati Bogor masih bersembunyi di Mahkamah Konstitusi’.

Dalam setiap kontestasi maupun hajat politik khususnya di Bogor, nama H. Endang Kosasih nyaris tak pernah absen. Politisi ulung yang merakyat ini kerap mengarsitekinya.

Demikian pula selama berlangsungnya Pilkada di Kota dan Kabupaten Bogor dan menghadapi Pileg serta Pilpres, H. Endang Kosasih tetap menjadi magnet bagi masyarakat meski hanya sekadar untuk bertanya perkembangan atau arah politik ke depan.

Hal ini seperti terlihat setiap hari di Rumah Aspirasi Endang Kosasih yang bertempat di Seseupan Kaum, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor. Ibarat rumah parlemen, Rumah Aspirasi Endang Kosasih tak pernah sepi dari tamu, sejak pagi hingga tengah malam. Mereka datang dari berbagai latar belakang profesi; baik politisi, akademisi, aktivis, mahasiswa, pengusaha, birokrat, kiai dan alim ulama, pedagang, maupun kalangan awak media.

Sebagai tuan rumah, Endang Kosasih tak merasa terganggu. Mantan Ketua DPRD Kabupaten Bogor periode 1999-2004 ini selalu meluangkan waktu menemani tamunya ngobrol. Bahkan, mentor politik kawakan di Bogor ini tak segan berbagi pengalaman serta memberi masukan setiap dimintai nasehat politik. Dan, pada hari-hari tertentu, Endang juga kerap menjadi pemateri diskusi politik yang digelar para aktivis mahasiswa di kediamannya.

“Politik bagi saya sudah menjadi bagian dari perjalanan hidup. Dengan diskusi politik, saya malah merasa lebih sehat. Banyaknya tamu yang datang, merupakan energi buat saya dengan bisa saling bertukar pikiran,” kata H. Endang Kosasih, Sabtu (5/8/2018).

Tak ada tujuan atau target politik apapun. Demikian ditegaskannya saat ditanya peruntukan rumah aspirasinya. “Tujuan saya, hanya sebagai wadah untuk menampung aspirasi, sesuai sebutannya. Juga, tempat memberikan edukasi politik bagi politisi atau aktivis muda agar nantinya menjadi pribadi matang dan lebih mengutamakan kepentingan masyarakat. Tamu-tamu saya datang dari beragam partai politik, dari Golkar, PKB, Nasdem, Partai Berkarya, hingga PDI Perjuangan. Sangat berwarna. Dan, kami merasa semua bersaudara. Pada waktu tertentu, kami selalu makan bersama, itu yang membuat kami merasa satu membangun Bogor,” ungkapnya.

Terkait pilihan politik ke depan, H. Endang Kosasih menyatakan diri memilih Joko Widodo (Jokowi). Bahkan dalam waktu dekat, ia akan mendeklarasikan organisasi pendukung Jokowi bernama Espreso.

“Nama Espreso, berasal dari penyebutan kopi yang dari bahasa Italia berarti cepat. Dan, melalui kopi juga, kita bisa duduk bersama tanpa membedakan latar belakang politik atau latar belakang apapun. Atau, Espreso bisa juga bermakna, ajakan mengekpresikan sikap politik untuk memilih pemimpin negeri yang terbaik ke depan. Dan, bisa juga diartikan Endang Kosasih Pro Capres Jokowi. Dalam waktu dekat, kami akan menggelar deklarasi Espreso,” tutur Asep Rendra, Wakil Ketua Rumah Aspirasi H Endang Kosasih.

Menurut Asep, saat ini sudah ada ribuan orang yang terdata dan menyatakan diri siap bergabung di bawah payung Espreso. “Espreso ini terdiri dari banyak partai, seperti Golkar, Nasdem, PKB, PPP, Hanura, hingga PDI Perjuangan. Juga, beberapa elemen aktivis Nahdliyin, pemuda, buruh hingga mahasiswa. Jika tidak halangan, kami akan mengundang Bapak Jokowi hadir sekaligus shalat bersama di masjid tertua di Bogor, yakni Masjid Kaum Seseupan. Tak hanya itu, kami juga mengagendakan akan membuat coaching clinic politic yang akan dikuti sejumlah aktivis hingga politisi dalam waktu dekat. Apa agendanya dan kapan, nanti diberitahu,” pungkasnya. (cep)