Hallobogor.com, Bogor – Malang benar nasib Avifah Nuroktaviani. Gadis kelahiran tahun 2000 ini harus tergolek lemas di rumahnya di Kampung Pancagalih RT 3/3 Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, akibat penyakit yang dideritanya.

Sejak dua bulan lalu Avifah divonis mengidap flek di paru-parunya. Kondisi tubuhnya sangat mengenaskan. Yang nampak hanyalah tonjolan tulang berbungkus kulit.

Namun Avifah dan keluarganya tak bisa berbuat banyak. Avifah hanya dirawat oleh ibunya yang usianya sudah renta, dan dibiayai oleh kakaknya yang hanya sebagai penjaga toko dengan penghasilan Rp800 ribu per bulan. Ayahya sudah meninggal beberapa tahun lalu.

Arvi Yusuf, kakak avifah menuturkan, adiknya yang malang itu awalnya hanya sakit di bagian bokong dan pernah dibawa ke Puskesmas Pasirmulya. “Waktu itu Avifah divonis ambeyen oleh pihak Puskesmas. Namun setelah beberapa hari kondisi Avifah semakin buruk. Berat badannya turun drastis bahkan Avifah tidak bisa bangun dari tempat tidur,” katanya.

Avifah pun terpaksa berhenti dari sekolahnya di SMK Informatika Ciomas karena kondisinya semakin memburuk.

Berbagai upaya untuk pengobatan Afivah sudah dilakukan oleh kekuarganya. “Namun sangat disesalkan hampir semua Rumah Sakit yang sudah kami datangi selalu menolak dengan alasan ruangan penuh,” kata Arvi.  

Rumah sakit yang pertama dikunjungi, sambungnya, adalah RSUD Kota Bogor. “Kami gunakan BPJS. Tapi di sana ditolak dengan alasan tidak ada ruangan,” ungkapnya.

Demi kesembuhan adiknya, Arvi tak menyerah. Ia lantas ke RS Paru Goenawan Partowidigdo Cisarua. “Di sana kami juga ditolak dengan alasan yang sama,” katanya.

Selanjutnya ia ke RS Medika Dramaga dan RS Pratiwi. Lagi-lagi ditolak dengan alasan kamar penuh.

Ke RS PMI Bogor juga hanya dapat alasan serupa. “Katanya kamar penuh bagi pasien BPJS. Saya sempat ditawari kelas umum dengan biaya Rp800 ribu per hari,” ucapnya.

Arvi pun dengan berat hati dirundung kesedihan memutuskan untuk membawa adiknya kembali pulang karena Arvi tidak memiliki biaya.

Tidak berhenti sampai di situ, Arvi kembali membawa adiknya ke RSUD Cibinong. Lagi-lagi di sana ditolak.

Karena kondisi adiknya yang sudah mengkuatirkan, Arvi membawa adiknya ke RS Islam. Di sana Avifah sempat dirawat selama dua hari dengan biaya Rp2 juta.

Karena tidak ada biaya lagi, Arvi langsung membawa adiknya kembali ke rumah. Kini Arvi hanya bisa pasrah akan nasib Avifah tidak ada biaya. (cep)