Hallobogor.com, Tamansari – Bogor adalah salah satu daerah yang memiliki banyak keragaman budaya dan sejarah yang cukup potensial untuk dijadikan tujuan wisata. Bahkan kentalnya nilai budaya dan sejarah yang ada di Bogor memunculkan banyak misteri yang belum terpecahkan oleh kalangan peneliti dan ahli sejarah. Namun hal inilah yang justru menjadi daya tarik wisatawan domestik dan mancanegara untuk melihat kekayaan budaya dan sejarah yang ada di Bogor.

Seperti dikutip Halloapakabar.com, salah satu peninggalan jejak sejarah yang ada di Bogor, terletak di Kampung Batu Karut, RT 01/09, Desa Pasir Eurih, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor. Disini terdapat sebuah situs berbentuk batu besar seukuran rumah tinggal warga. Situs batu ini diperkirakan berukuran tinggi 5 meter dan panjang sekitar 7 meter.

Situs ini dipercaya oleh sebagian warga sekitar yang memiliki ilmu khusus dibidang kebatinan adalah sebuah tembok atau benteng yang diturunkan dari gunung Salak oleh orang-orang yang memiliki kesaktian di zaman kerajaan dahulu.

Menurut Sidik (52) salah satu warga sekitar yang tinggal tidak jauh dari situs ini menuturkan, silsilah batu ini masih ada kaitannya dengan Kebun Raya dan raja Pajajaran yaitu Prabu Siliwangi.

“Ada dua panembahan disini yaitu Eyang Batu Ulung dan Eyang Jepra dari Kebun Raya. Namun utamanya adalah Eyang Surya Kencana yang makamnya tidak jauh dari situs ini”, kata Sidik, Jumat (13/05/2016).

Menurut cerita, sambung Sidik, situs batu ini oleh warga sekitar diberi nama batu karut karena bentuknya yang terlihat memiliki kerut. Batu ini turun dari Gunung Salak yang gunanya sebagai benteng. Sedangkan disekitaran batu ini sebenarnya adalah taman jika dilihat dengan mata batin. Karena tidak semua orang bisa melihat, jadi yang terlihat hanyalah tanah biasa.

Pernah saya bongkar tanah disekitar batu ini untuk mengambil barang pusaka untuk keperluan studi anak mahasiswa. Siangnya saya bongkar, lalu malamnya datang sosok misterius bilang jangan dirusak karena ini taman. Nanti kalau sudah beres diratakan lagi pinta sosok gaib tersebut.

“Misteri dibalik situs batu karut ini belum ada yang mengetahuinya secara pasti. Kalaupun ada tentunya hanya orang-orang tertentu yang memiliki keilmuan khusus. Kalau dari pengalaman saya pribadi selama tinggal disini, dulu diatas batu ini saya melihat ada penjaga dengan menunggang kuda putih sambil memegang bendera merah putih dan tombak. Selain itu, pohon yang tumbuh menyelimuti batu ini bila ditebang tidak pernah mati. malah nanti tumbuh lagi”, ungkapnya.

Disekitar batu karut ini selain terdapat makam Eyang Surya Kencana juga terdapat 9 makam yang masih berupa tumpukan batu tanpa tulisan atau nisan. Sebagian warga baik dari lingkungan sekitar maupun yang datang dari luar mempercayai disini masih banyak peninggalan barang pusaka seperti keris, gobang, batu.

Sering juga situs batu karut ini dijadikan tujuan ziarah untuk memuluskan suatu hajat atau keperluan tertentu. Namun setiap yang datang berziarah kesini jarang diketahui karena mereka jarang melapor. Disamping itu semua, batu karut ini telah menjadi salah satu tujuan wisata budaya yang kunjungi oleh turis lokal sampai manacegara.

“Saya pikir jika batu karut ini memiliki nilai peninggalan sejarah dan budaya, ini layak untuk dilestarikan, dijaga dan dilindungi khususnya oleh pemerintah daerah dan instansi terkait. Karena ini bagian dari aset kekayaan daerah yang memiliki potensi untuk dijadikan tujuan wisata”, harapnya. (ndy).