Hallobogor.com, Bogor – Sejumlah 500 peserta menghadiri kegiatan deklarasi menuju Bogor Kota Zakat Tahun 2020.

Acara tersebut juga dihadiri Walikota Bogor Bima Arya, Muspika, dan semua unsur dibidang kemasyarakatan. Pada kesempatan ini Bima Arya memberikan tanggapan tentang wacana Bogor Kota Zakat Tahun 2020.

“Terobosan yang pertama adalah akan mengkaji untuk melakukan pemotongan langsung bukan saja gaji namun tunjangan- tunjangan yang lain. Akan tetapi supaya tidak menimbulkan persoalan hukum akan dikaji dulu, karena untuk tingkat provinsi sudah dilakukan, kemungkinan di Kota Bogor juga bisa,” kata Bima.

“Kemudian, untuk segera mengisi kekosongan komisioner berdasarkan undang-undang yang baru untuk mengisi komposisi BAZ di Kota Bogor serta ada komitmen APBD disitu ada honor atau operasional dan lain sebagainya, mudah-mudahan dengan tidak seperti ini bisa di dorong lebih cepat lagi dalam menjemput bola dan lebih profesional lagi BAZNAS Kota Bogor,” lanjutnya.

Sementara, ketua BAZ Kota Bogor Dr.H.A. Chatib MalikĀ  mengatakan tujuan dari BAZNAS Kota Bogor ini adalah akan memasyarakatkan zakat.
“Sekarang ini yang saya lihat memang bukan tidak pernah zakat, namun caranya belum tertib ada yang ingin langsung dengan masyarakat kalaupun kepada BAZ sendiriĀ  tapi untuk sekarang saya pikir hal yang wajar mungkin mereka juga ingin memperlihatkan,” papar Chatib.

“Tapi untuk sekarang ini sudah ada aturannya, sebagai umat Islam mempunyai dua kewajiban, yang pertama kewajiban zakat sebagai hamba ALLAH, yang kedua sebagai warga negara yang taat pada petaturan, ini masih harus terus disosialisasikan,” jelasnya.

“Untuk persentase dari jumlah 460 miliar baru didapatkan 350,2 miliar pertahun, upaya selanjutnya dalam rangka lebih mempercepat hasil yang diharapkan, sekarang ini sedang diolah Perda Zakat kami juga sudah berkomunikasi dengan BALEGDA dan mudah-mudahan bisa selesai pada akhir tahun 2016.
Dan sebelumnya kami berkonsultasi dengan Walikota karena pada akhirnya final nya ada di walikota,” katanya.

“Hasil yang tadi disebutkan diantaranya digunakan untuk kemanusiaan, pendidikan, santri, sekolah, dan kami juga memperhatikan untuk guru ngaji walaupun tidak seberapa yang sudah kami alokasikan per bulan sebesar seratus ribu rupiah diantara sekian banyak guru ngaji kita baru bisa mengalokasikan sebanyak 150 guru ngaji,dan itu secara bergiliran,” tandasnya.