Meraih Kejayaan Rempah Pala di Bumi Tegar Beriman dengan Dilepasnya Varietas Pala Bogor Nurpakuan Agribun

Ir. Siti Nurianty, MM
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kab.Bogor

Tanaman pala (Myristica fragrans Houtt) merupakan tanaman asli Indonesia berasal dari Maluku dan Papua. Dalam perdagangan Internasional saat ini,pala Indonesia dikenal dengan nama Pala Banda (Banda Nutmeg) dan Indonesia merupakan produsen pala terbesar di dunia sekitar 70%. Hasil produk pala yang di perdagangkandi pasaran dunia adalah biji, puli dan minyak atsiri, dan tanaman pala banyak diusahakan di perkebunan rakyat sekitar 98 % dan lainnya 2 %.

Berdasarkan Data Statistik Perkebunan Propinsi Jawa Barat Tahun 2017, Kabupaten Bogor merupakan kabupaten yang memiliki luas areal tanaman pala  terluas dan merupakan penghasil pala terbesar di Jawa Barat dengan luas areal 1.696 ha. Dari luas areal tersebut, areal yang taanamannya sudah menghasilkan seluas 962,7 dengan produksi 490 ton dan rata-rata produktivitas sebesar 508,98 kg/ha.

Di Kabupaten Bogor, tanaman pala merupakan salah satu komoditas unggulan lokal perkebunan, yang  pada umumnya ditanam pada lahan perkebunan rakyat dan tersebar di 11 Kecamatan diantaranya yaitu; Kecamatan Caringin, Ciawi, Cigombong, Cijeruk, Cigudeg, Cisarua, Leuwisadeng, Megamendung, Sukajaya, Sukamakmur, dan Taman sari. Berikut data sebaran luas areal dan produksi pala di kabupaten bogor pada tabel 1.

Menurut Siti Nurianty, Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) telah melakukan upaya meningkatkan mutu dan keseragaman hasil dari pala dengan memfasilitasi kelompok tani melalui arah kebijakan yang bersifat menyeluruh meliputi aspek budidaya tanaman pala baik on farm maupun off farm .Kebijakan tersebut bertujuan untuk meningkatkan produksi dan kualitas pala di Kabupaten Bogor sehingga komoditas pala dapat berjaya, baik dalam segi jumlah produksinya maupun nilai ekonomis bagi petani.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan tersebut menyampaikan bahwa untuk memfasilitasi peningkatan produksi dan kualitas pala, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor  melaksanakan beberapa kegiatan yaitu Kegiatan Pengembangan Pala, Kegiatan Pembibitan Tanaman Perkebunan, Kegiatan Pengembangan Pengolahan dan Mutu Hasil Pala serta Kegiatan Promosi Atas Hasil Produksi Pertanian.

1. PENGEMBANGAN PALA RAKYAT

Nurianty menjelaskan bahwa salah satu upaya untuk meningkatkan produksi pala yaitu dengan cara menambah luas areal tanam perkebunan pala rakyatyang diwujudkan melaluiKegiatan Pengembangan pala. Kegiatan tersebut dimulai pada tahun 2016 sampai dengan sekarang. Pada tahun 2016 Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pertanian dan Kehutanan telah memfasilitasi bibit pala sebanyak 4.000 pohon (40 ha) yang tersebar di Kecamatan Sukajaya, Kecamatan Leuwisadeng dan Kecamatan Cigombong.Gambar 1.Penyerahan Bantuan Kegiatan Pengembangan pala di Kecamatan Sukajaya.

Gambar 1. Penyerahan bantuan kegiatan Pengembangan Pala di Kecamatan Sukajaya

Pada   tahun 2017 melalui Distanhorbun bibit pala yang di sebar ke kelompok penerima bantuan dari APBD dan APBN sebanyak  12.600 pohon (126 ha) yang tersebar di Kecamatan Sukajaya, Kecamatan Leuwisadeng, Kecamatan Cijeruk, Kecamatan Sukajaya dan Kecamatan Sukamakmur, sedangkan pada tahun 2018 Distanhorbun akan menyalurkan bantuan bibit dari APBD dan APBN sebanyak 10.000 pohon (100 ha) yang tersebar di 2 (dua) kecamatan yaitu kecamatan sukajaya, dan kecamatan tanjungsari.

Data kelompok tani penerima bantuan bibit pala dapat dilihat pada table 2, 3 dan 4 dibawah ini :

Tabel 2 - Laporan Akhir Pengembangan Komoditas Pala Tahun 2016

Tabel 3 - Data Statistik Perkebunan Kabupaten Bogor Tahun 2017

Tabel 4 - Data Pelaksannaan Kegiatan Pengembangan Komoditas Pala Tahun 2018

2. PENINGKATAN SUMBERDAYA MANUSIA KELOMPOK TANI PALA

Selain Pengembangan Pala Rakyat, Perangkat Daerah yang dipimpin Oleh Siti Nurianty juga memfasilitasi Pengembangan sumberdaya manusia kelompok tani pala dengan memberikan bimbingan teknis dan pelatihan bagi kelompok tani yang menghadirkan narasumber dari Balai Penelitian Tanaman Obat dan Rempah, Balai Penelitian Tanaman Industri, dan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, hal ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan SDM petani dalam rangka meningkatkan produksi, produktivitas dan mutu pala Bogor.

Bimbingan Teknis/ Pelatihan yang diberikan kepada kelompok tani pala tertera pada tabel 5 di bawah ini:

Tabel 5 - Daftar Kelompok Tani Penerima Bantuan Bibit Pala Tahun 2018

Kegiatan Sosialisasi dan Bimtek Pala3. PEMBIBITAN TANAMAN PALA

Dalam upaya mendapatkan hasil produksi yang optimal, Kepala Distanhorbun menjelaskan bahwa beliau telah melaksanakan Pembibitan Tanaman Pala yang terdapat dalam kegiatan Pembibitan Tanaman Perkebunan dimulai tahun 2015 sampai dengan sekarang yang bertujuan mewujudkan adanya sumber benih pala yang legal di Kabupaten Bogor dan meningkatkan SDM kelompok tani. Dalam kegiatan ini pada tahun 2015 telah dilakukan pengamatan blokdengan hasil produksi tinggi di Kecamatan Tamansari dan Kecamatan Leuwisadeng. Pada blok ini, diamati asal usul pohon dengan melakukan wawancara dengan kelompok tani dan mengamati dan mendata produksi buah pala per pohon per tahun untuk didapatkan Pohon Induk Terpilih (PIT).

Pengamatan Pohon Induk Terpilih (PIT)

Pada Tahun 2016 ditetapkan Blok Penghasil Tinggi (BPT) dan Pohon Induk Terpilih (PIT) dengan keluarnya Keputusan Menteri Pertanian RI Nomor 79/kpts/KB 020 /11/2016 yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Perkebunan pada tanggal 10 November 2016. Pada Keputusan tersebut telah ditetapkan nama produsen benih Bapak Satri dari Desa Sadeng Kecamatan Leuwisadeng dan Ibu Tuti dari Desa Tamansari Kecamatan Tamansari. Dengan adanya blok penghasil tinggi maka Kabupaten Bogor sudah memiliki varietas unggul lokal yang dapat digunakan sebagai sumber benih.

Pada tahun 2018 Pusat Perlindungan Varietas dan Perizinan Pertanian, Kementerian Pertanian telah menerbitkan tanda daftar varietas tanaman.varietas pala lokal Bogor dengan no. 566/PVL/2018, yang menyatakan bahwa nama varietas pala lokal Bogor adalah Nurpakuan Agribun dengan nama pemohon Bupati Bogor.

Sertifikat Varietas Lokal Pala Bogor

Pada bulan November 2018 pala Bogor Nurpakuan Agribun diikutsertakan dalam Sidang Pelepasan Varietas yang dihadiri oleh Kementerian Pertanian. Setelah melalui sidang tersebut, maka Kabupaten Bogor telah ditetapkan memiliki pala varietas unggul dengan nama varietas Pala Nurpakuan Agribun yang dapat diperbanyak secara nasional.

Pembibitan Tanaman Pala

4.PENGEMBANGAN DAN MUTU HASIL PALA

Untuk hasil pala yang berkualitas tidak terlepas hanya dari proses budidayanya saja, tetapi juga ditentukan pada proses panen, pasca panen dan pengolahannya, mengingat kualitas minyak atsiri yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh cara panen, pasca panen dan pengolahan yang baik dan benar.

Melalui kegiatan Pengembangan dan Mutu Hasil Pala Distanhorbun telah memfasilitasi kelompok tani Pala Gunung Seureuh Desa Sadeng Kecamatan Leuwisadeng pada tahun 2016 berupa bangunan pengolah minyak atsiri 1 unit, Alat penyuling pala 1 unit dan mesin pencacah biji pala 1 unit. Dan Tahun 2018 untuk kelompok tani Berkah Jaya Desa Tugu Jaya Kecamatan Cigombong difasilitasi melalui bantuan berupa Bangunan pengolah 1 unit, alat penyuling 1 unit, mesin pencacah 1 unit, container penyimpan 25 unit, rak penyimpanan 2 unit dan botol kaca 50 unit.

Mesin pengolah pala

Untuk mempromosikan hasil produksi pala tersebut, Distanhorbun melaksanakan Kegiatan Promosi Atas Hasil produksi Pertanian dimana pada kegiatan ini kelompok tani pengolah hasil pala diikut sertakan mengikuti Bazar Tani dan pameran-pameran dengan menampilkan produk olahan berupa minyak atsiri pala, manisan pala, minuman sari buah pala juga sirup pala.

5.PEMASARAN DAN KEMITRAAN KABUPATEN BOGOR

Pala yang dihasilkan para petani Kabupaten Bogor dipasarkan dalam bentuk buah segar dan olahan daging buah dan minyak atsiri. Distanhorbun bekerjasama dengan Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balitro) melakukan uji terhadap pala yang dihasilkan dari Kecamatan Tamansari dan Leuwisadeng, dengan hasil uji menunjukan bahwa kandungan minyak atsiri pala 16,38%, kadar Miristisin 31.08% pada ukuran buah sedang (umur panen 5-6 bulan). Kualitas terbaik umur panen tua (9-10 bulan) dengan kadar Miristisin 28.42% sedangkan kadar minyak atsiri tertinggi pada biji yang diperoleh pada umur panen muda (3-4 bulan), yaitu 14,50% asal (PIT).

Aneka Olahan Pala

Selain dijual dalam bentuk buah segar dan minyak atsiri, Kelompok Tani Pala di Kabupaten Bogor juga menjual berupa biji pala dan fully ke pasar lokal dan ke CV. Cinta Damai di Kecamatan Caringin. CV Cinta Damai merupakan pelaku usaha minyak atsiri pala yang memproduksi minyak atsiri pala sebesar 7 ton/ bulan dan hasilnya diekspor melalui eksportir minyak atsiri pala.

Selain minyak atsiri, produk hasil olahan daging buah pala segar di olah menjadi minuman pala, manisan dan minuman segar. Produk olahan – olahan tersebut di promosikan dalamkegiatan promosi hasil pertanian Dinas Tanaman Pangan, hortikultura dan Perkebunan yaitu melalui bazar tani, pasar tani, pameran-pameran serta pada outlet oleh-oleh.

Bazar Tani di Lapangan Tegar Beriman