Hallobogor.com, Nanggung – Bangunan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Yayasan Darussibyan di Kampung Peuteuy 3 Desa Kalong Liud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor sangat mengenaskan. Namun disayangkan sekolah madrasah ini masih luput dari perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Bangunan sekolah madrasah Darussibyan dibangun hasil swadaya masyarakat pada tahun 2008. Sampai sekarang belum mendapatkan bantuan dari pihak mana pun.

Pimpinan Yayasan Darussibyan, H. Muslim, mengatakan, saat ini kondisi bangunan terbilang sudah tak nyaman untuk dipakai aktivitas belajar mengajar. Terlebih atap plafon sekolah sebagian sudah pada bolong. Termasuk mebeuler sarana belajar pada reot dan lapuk karena dimakan usia.

“Kami hampir sudah bosan untuk melakukan pengajuan permohonan bantuan karena tak pernah digubris. Fasilitas sangat minim sekali,” ungkap H. Muslim, Senin (14/11/2016).

Sebelumnya, kata Muslim, pihaknya sudah sering kali meminta bantuan kepada pemerintah pusat maupun provinsi. Termasuk mengajukan permohonan bantuan ke Kemenag. Tetapi hasilnya selalu nihil.

“Bagaimana untuk mencerdaskan generasi bangsa, sedangkan perhatian pemerintah untuk sekokah madrasah kurang sekali. Saat ini Yayasan Darussibyan hanya memiliki 6 lokal ruang belajar, dengan jumlah murid MI 143 siswa dan 153 siswa MTs,” pungkasnya.

Belum lama ini, bangunan SMP Nahdlatul Ulama yang berlokasi di Desa Cipayung Datar, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, kondisinya juga memprihatinkan karena murid harus belajar tanpa atap. (eco)