Hallobogor.com, Dramaga – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menganggap jumlah wirausahawan yang sebesar 3,1 persen dari total penduduk Indonesia masih terlalu minim, karena itu harapannya kini bertumpu pada kaum milenial untuk menjadi wirausahawan.

“Kebutuhan wirausaha itu besar sekali, Indonesia baru 3,1 persen. Negara-negara maju sudah 14 persen, double digit, di atas 10 persen,” katanya usai menghadiri pelantikan Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Bogor, di Dramaga, Kabupaten Bogor Jawa Barat, Selasa (9/4/2019).

Menurutnya, melalui organisasi kewirausahaan dan organisasi kepemudaan, bisa saling menularkan semangat untuk berwirausaha. Terlebih lagi para pengurus HIPMI Kabupaten Bogor yang dilantik mayoritas berusia muda.



“Sebagai organisasi yang bisa menyatukan dan berintegrasi. Kita masih membutuhkan pengusaha-pengusaha yang cukup,” kata Enggartiasto Lukita lagi.

Sementara itu, Ketua BPC Hipmi Kabupaten Bogor Bambang Pria Kusuma menjelaskan, Kabupaten Bogor memiliki potensi wirausahawan muda yang relatif tinggi.

Hal itu ditandai dengan banyaknya masyarakat berusia produktif. “Usia 17 tahun sampai 30 tahun itu 1,5 juta jiwa. Sedangkan yang usianya sampai 40 tahun ada dua jutaan. Ada potensi milenial di Kabupaten Bogor. Kaum milenial unsur yang paling penting,” kata Bambang.

Ia juga mengaku siap berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam upaya melahirkan wirausahawan-wirausahawan baru.

Sementara itu, Bupati Bogor Ade Yasin, di tempat yang sama mengatakan, dirinya menggagas program Tempat Perencanaan Strategis Milenial (Teras Milenial), meski konsep utuhnya masih disusun.

Program tersebut menurnya berkaitan erat dengan kewirausahaan. “Untuk milenial. Kita ingin milenial diwadahi baik komunitas, baik pelatihan, baik dalam rangka startup, juga pengentasan pengangguran,” ujar Politisi PPP itu lagi.

Secara umum, program ini menurut bupati Bogor akan mengedepankan ide-ide dari kaum muda, termasuk untuk pemerintahan. Untuk menyambut ide-ide itu Ade Yasin menyiapkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk menampungnya.

“Peran dinas, memfasilitasi. Ketika ada keinginan dari kalangan muda bisa kita sambut baik,” tuturnya. (mfs)