Hallobogor.com, Kota Bogor – Misteri penemuan sesosok mayat wanita dengan bagian kepala sudah menjadi tengkorak di Pameungpeuk, Garut, Mei 2015, akhirnya terungkap akhir 2016.

Satreskrim Polresta Bogor Kota berhasil mengamankan Uci Sanusi (28), pelaku pembunuhan terhadap pengusaha angkutan kota (angkot) tersebut di Cisarua, Kabupaten Bogor, pada November 2016.

Kapolresta Bogor Kota, Komisaris Besar Polisi Suyudi Ario Seto mengatakan, pembunuhan tersebut bermotif sakit hati atau dendam. Menurutnya, antara korban bernama Sintia dengan pelaku merupakan pasangan nikah siri.



Ihwal mula terjadinya kasus pembunuhan pada Maret 2015. Kata Suyudi, korban yang tinggal di Cikaret, Bogor Selatan, Kota Bogor, saat itu meminta Uci untuk mengantarkan korban ke suatu tempat, namun ditolak dengan alasan pelaku sedang tidak enak badan.

“Karena kesal Sintia melempar dengan piring dan mengenai punggung sebelah kiri Uci, korban juga menendang pantat Uci pakai kaki kanannya,” kata Suyudi kepada wartawan di Mapolresta Bogor Kota, Rabu (4/1/2017).

Setelah kejadian itu, Uci pun menceritakan berkeluh kesahnya kepada temannya Darman. Lantas, munculah rencana mereka berdua untuk menghabisi nyawa korban.

Pada April 2015, rencana pembunuhan dimatangkan oleh mereka di kediaman Uci di Kampung Gudang, Bogor Tengah. Darman rencananya akan mengajak dua orang temannya dan membunuh korban di dalam mobil di luar Kota Bogor.

“Uci saat itu mengajak Sintia beralasan untuk menjenguk keluarga temannya yang lagi sakit di Garut. Mereka berdua berangkat menggunakan mobil Avanza dari Kota Bogor jam 6 pagi,” terangnya.

Di tengah perjalanan sekira pukul 23.30 WIB memasuki daerah Cianjur naiklah Darman dengan dua orang temannya. Mereka juga dalam perjalanan sempat mampir turun ke sebuah warung untuk membeli tali plastik.

“Sebelum melewati Jembatan Citarum, Ciranjang, Cianjur saudara Darman menjerat leher Sintia dari jok belakang hingga korban tewas, lalu membungkus jasad korban dengan sarung mobil,” jelasnya.

Setelah korban terbungkus dengan pembungkus mobil, kemudi lantas diambil alih oleh Darman dari Uci dan melanjutkan perjalanan ke Garut. “Setibanya di daerah Pameungpeuk di tengah hutan belantara, jasad korban di buang sekitar jam 4 pagi,” tambahnya.

Suyudi menjelaskan, Satreskrim Polresta Bogor Kota membekuk pelaku berawal dari adanya laporan kehilangan dan keterangan keluarga korban.

Setelah dilakukan penyelidikan menemui titik terang mengenali ciri-ciri korban dengan jasad korban ditemukan di Garut, hingga akhirnya menangkap Uci Sanusi.

Suyudi menjelaskan, Sintia selain sebagai pengusaha angkot juga sebagai bandar judi toto gelap (togel). Sedangkan Uci selain menjadi suami, dia juga bekerja menjadi sopir angkot milik korban.

“Pelaku juga mencuri dan berhasil menjual satu unit angkot milik korban. Uang hasil penjualan sebesar Rp45 juta dibagi-bagikan oleh mereka. Selama ini keseharian pelaku pulang ke rumahnya,” tandasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 340 KUHP dan Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman minimal 15 tahun penjara. Sementara Darman dan dua orang temannya ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) oleh kepolisian. (cep/ris)