Hallobogor.com, Sentul – Suhu politik makin kencang menjelang satu tahun Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) untuk memilih Bupati dan Wakil Bupati Bogor pada Juni 2018. Manuver politik, deklarasi dukungan, maupun sosialisasi pun terus digeber kandidat.

Namun H. Ade Ruhandi, SE., tak ingin terjebak euforia. Meskipun, dukungan dari berbagai penjuru Kabupaten Bogor deras kepadanya untuk maju menjadi calon Bupati Bogor. Bahkan Ketua DPRD Kabupaten Bogor yang sekaligus Ketua DPD Partai Golkar ini sudah mengantongi banyak modal. Baik modal rekomendasi dari internal Partai Golkar maupun hasil survei.

Jaro Ade, sapaan akrab Ade Ruhandi, menyatakan bahwa pertama masih sebagai Ketua DPRD tak ingin mengenyampingkan tugas sebagai wakil rakyat, kedua ingin mengikuti mekanisme partai salah satunya Rapat Kerja Daerah (Rakerda), dan ketiga ingin tetap menjaga etika politik.

“Sekarang bisa saja bikin baligo atau spanduk di mana-mana. Tapi kan kami punya beban moral. Kemarin baru saja kita mengajak masyarakat untuk menyukseskan bupati dan wakil bupati serta visi misinya 2013-2018. Golkar salah satu pengusungnya. Ini belum selesai koq pasang baligo. Karena setiap yang kita lakukan bertanggungjawab kepada masyarakat, malah di akhirat nanti. Tapi lain nanti kalau sudah ada keputusan atau rekomendasi hasil Rakerda. Makanya secara etika saya meminta izin kepada Bupati Bogor Ibu Hj. Nurhayanti,” ungkapnya usai pembukaan Rakerda DPD Partai Golkar Kabupaten Bogor di Darmawan Park Resort, Sentul, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Senin (24/4/2017).

Ditanya lebih lanjut mengenai pencalonannya di Pilbup nanti, Jaro Ade juga cukup legowo bahwa semua kader Golkar punya kesempatan yang sama. “Saya akan ikuti aturan main dan ikuti tahapan. Maka biarkan peserta Rakerda berbeda pandangan, beda pendapat, tapi pada akhirnya begitu keluar rekomendasi satu tujuan,” ujarnya.

Jaro Ade sendiri sejauh ini optimistis sudah mengantongi dua modal utama. Yakni, rekomendasi dari 40 Pengurus Kecamatan (PK) Golkar dan hasil survei independen dan tim DPP Golkar. “Dari dua modal ini Insha Allah memenuhi persyaratan untuk saya maju di Pilkada 2018. Hasil rekomendasi dari 40 kecamatan dan hasil survei Insha Allah aman. Sesuai pengalaman di beberapa kota kabupaten, jika hasil rekomendasi internal dan hasil survei bagus, Insha Allah jadi prioritas, selain itu juga harus punya kemampuan,” paparnya. (cep)