Hallobogor.com, Bogor – Apa yang Anda pikirkan jika melihat motor tua atau jadul yang satu ini, pasti yang terbesit dipikiran adalah kuno, jelek dan ketinggalan zaman.

Namun sekalipun demikian, motor berusia lawas ini makin tua makin menjadi, karena memiliki nilai keunikan tersendiri di hati penggemarnya, tak terkecuali bagi Joko salah satu pemilik motor namun tetap klasik ini, kini telah mengoleksi tiga motor tuanya, yaitu Honda C 50 Pispot, Honda C 70 dan Hela PF 50.

Seperti yang Anda lihat pada foto diatas, Hela PF 50 adalah salah satu koleksi motor yang ditunjukkan Joko pada Hallobogor.com.

Joko menuturkan, motor itu Ia beli dari seseorang di daerah Bantar Gebang Jakarta seharga 2 juta rupiah dalam keadaan mati. Walhasil Ia membawa pulang motor tersebut dengan cara digenjot seperti hal nya sepeda dari Bantar Gebang hingga ke Cibinong selama 5 jam.

“Motor buatan Jerman tahun 1982 ini sebelum perang dunia ke-2, jadi insipirasi Jepang dalam membuat motor. Lihat saja bebek dan bentuk motor ini, mirip Yamaha V75 dan Honda C70″, kata Joko saat ditemui hallobogor.com, pada acara Anniversary 2 ND Siliwangi Trooper Bogor, di Stadion Pakansari Cibinong Kabupaten Bogor, Sabtu (14/5/16).

Motor ini lanjut Joko, gabungan transmisi matik dan pedal. Zaman dulu saking susahnya bahan bakar, bila habis tinggal  digenjot seperti sepeda angin. Dulu pedal ini juga sebagai starter sekaligus pijakan kaki.

“Kapasitas mesin hanya 50 cc, penggeraknya menggunakan rantai. Pada bak mesin sebelah kanan, terdapat switch on off. Kalau mau olahraga, tinggal mengaktifkan pedal,” sambung Joko yang kesehariannya bekerja dibengkel bubut itu.

Selain tertarik karena bentuknya yang unik dan klasik, ketika kita memakainya dijalan pun berasa beda sendiri. Hanya saja mencari spare partnya yang sulit karena saya mempertahankan orisinalitas bawaan motor ini.

“Setelah mesin selesai selanjutnya ke tampilan warna body motor yang akan saya buat seperti semula keluar dari pabriknya”, ungkap pria yang asli dari Solo ini. (ndy).