Hallobogor.com, Bogor – Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR RI, Prof. Dr. Bachtiar Aly, MA mengungkapkan, bahwa Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang gencar digelar ke berbagai elemen masyarakatdi berbagai wilayah Indonesia semakin membuka mata masyarakat tentang arti penting Pancasila.

Bertambahnya wawasan dan kecintaan rakyat Indonesia terhadap Empat Pilar MPR (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika) diakui Prof. Bachtiar memang sangat diharapkan. Namun, memahami Empat Pilar juga harus memahami pula tantangan bangsa ada terutama untuk pembuat kebijakan publik.

Hal tersebut dikatakan Prof. Bachtiar di hadapan sekitar 400 lebih warga masyakarat sekitar Desa Cibedug, Tapos-Bogor, peserta Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, di Auditorium Bumi Tapos Bogor, Jawa Barat, Kamis (1/8/2019).

“Beberapa tantangan bangsa yang perlu diperhatikan dan dicarikan solusinya adalah antara lain soal pemahaman dan aksi radikalisme, tebang pilih penegakkan hukum, kesenjangan daerah dan kurangnya keteladanan dengan maraknya berbagai kasus korupsi dan penyimpangan yang dilakukan oknum-oknum pejabat publik,” ungkapnya.

Namun, lanjut Prof. Bachtiar, ada satu lagi tantangan bangsa yang sangat memberatkan bangsa yakni kesenjangan sosial, pengangguran dan kemiskinan.

“Bagaimana mungkin misalnya, orang miskin sudah tidak ada pekerjaan, lapar diminta membicarakan Pancasila dan hal-hal tentang kenegaraan lainnya tentu saja tidak akan masuk,” ujarnya.

Ditegaskan Prof. Bachtiar, inilah pentingnya negara harus masuk. Masalah mendasar tersebut harus diselesaikan. Pemerintah harus membuka lapangan kerja dan menciptakan iklim usaha yang baik seluas-luasnya. Sehingga rakyat Indonesia nemiliki kesempatan menjadi sejahtera, sehingga dampaknya apapun pemahaman yang baik-baik akan cepat tercerna.

“Tantangan bangsa internal tersebut harus cepat diselesaikan sebab bangsa ini juga menghadapi tantangan global yang jauh lebih berat. Tapi, saya yakin dengan pehamanan Empat Pilar yang baik apalagi implementasinya juga dengan baik, bangsa ini mampu menghadapi semua tantangan,” tandasnya.

“Intinya, pemahaman kita dan pengamalan kita soal Pancasila hanya harus dijaga saja dan dirawat dengan baik dengan segala upaya yang ada. Menjaga, merawat dan terus mendalami Pancasila dan nilai-nilai luhur bangsa lainnya adalah tanggung jawab kita semua rakyat Indonesia dengan saling mendukung satu sama lain sebagai bagian dari keluarga besar bangsa Indonesia,” kata Dubes Bachtiar Aly.

Acara Sosialisasi sendiri berlangsung selama setengah hari penuh. Selain dihadiri Wakil Ketua Badsos MPR RI Prof. Bachtiar, juga dihadiri anggota dan pengurus Garda Pemuda Suluh Mandiri (GPSM) serta perangkat desa setempat. (toh)