Hallobogor.com, Bogor – Pembangunan optimalisasi Terminal Baranangsiang di Jalan Pajajaran, Kota Bogor, masih juga molor.

Padahal, nota kesepakatan sudah dilakukan dengan PT Panca Graha Indonesia (PGI) sejak Kota Bogor dipimpin Wali Kota Diani Budiarto.

Semula, molornya optimalisasi terminal terbesar di Bogor itu akibat terjadi penolakan sopir, pengusaha PO bus, dan warga yang tak setuju desain terminal disatukan dengan hotel dan mall.

Situasi makin kacau ketika gelombang penolakan melalui unjukrasa terus berlangsung melibatkan pihak luar terminal.

Pro-kontra di internal Pemkot Bogor pun terjadi. Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto sendiri pernah berniat membatalkan kontrak kerja sama dengan PGI.

Namun niatnya urung lantaran harus berhadapan dengan tuntutan balik di meja hukum yang bakal dilakukan PT PGI, Pemkot pun bakal terkena denda miliaran.

Terakhir, solusi yang dilakukan Bima Arya adalah membentuk tim untuk melakukan kajian. Apa hasilnya?

Meski belum membeberkan rekomendasi hasil kajian tersebut, Bima Arya mengemukakan kepada wartawan, Kamis (27/8), bahwa molornya optimalisasi Terminal Baranangsiang karena banyaknya pengaruh faktor eksternal.

Di antaranya, adanya penarikan kewenangan oleh pusat, ditambah adanya pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) yang masuk ke Kota Bogor.

“Seperti apa yang pernah dikatakan pak Presiden Joko Widodo secara langsung, bahwa Terminal Baranangsiang adalah ujung dari dibangunnya MRT. Penyebab salah satu faktor tersebut akan mempengaruhi desain,” ungkapnya.

Oleh karenanya, kata dia, desain akan dilakukan revisi termasuk bentuk kerja sama kontraknya antara Pemkot dengan PT PGI.

“Revisi desain sudah pasti akan dilakukan antara Pemkot dan pihak PGI, termasuk bentuk kerjasamanya. Karena desain yang dulu sudah tidak sesuai lagi dengan desain perkembangan saat ini,” kata Bima.

Bima juga mengatakan masalah hukum perjanjian kontrak Pemkot dan PT PGI akan dikaji bersama. “Untuk itu dalam waktu dekat ini kita akan rapat dengan pihak PGI. Yang pasti revisi akan tetap dilakukan,” jelas Bima kepada Hallobogor.com belum lama ini.(dani/cep)