Hallobogor.com, Cisarua – Perjuangan hidup penuh semangat demi meraih cita-cita bisa bercermin dari bocah yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) ini. Yahya, murid kelas 6 SDN Batulayang 02, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor ini, bisa menghasilkan uang secara mandiri.

Setiap hari, Yahya harus berjalan kaki sekitar 4 kilometer dari rumahnya menuju ke sekolah. Medan yang dilewati pun cukup melelahkan, naik turun melintasi perkampungan.

Kondisi ini tak membuat semangatnya mengendur mengejar cita-citanya menjadi tentara. Meski lelah, Yahya selalu menyempatkan diri memanfaatkan waktu sepulang sekolah untuk mengumpulkan sampah botol plastik di sepanjang jalan maupun dari vila-vila yang dilewatinya. Modalnya, hanya semangat dan kantong plastik.

Limbah botol plastik yang dikumpulkannya lantas dijualnya ke pengepul. Dari sekantong botol plastik yang dijualnya, Yahya rata-rata mendapatkan Rp10.000 atau Rp300.000 per bulan.

“Saya kumpulkan setiap hari sepulang sekolah. Sudah lama, sejak kelas empat. Lumayan untuk jajan jadi tidak minta sama orangtua,” ucapnya saat ditemui masih berseragam sekolah dan memanggul sekantong plastik sampah botol plastik di dekat Vila Lembah Pertiwi Desa Batulayang.

Menurut Yahya, selain untuk jajan sebagian uang dari hasil penjualan botol plastik bekas ini ditabungkan untuk menambah modal melanjutkan sekolah. “Ya, saya tidak ingin sekolah SD saja. Saya juga ingin sambil pesantren di Bandung nanti setelah lulus SD. Karena saya ingin menjadi seorang tentara,” ujar Yahya yang tak terlihat sedikit pun dari wajahnya mimik malu.

Bocah SD yang tinggal di Kampung Agricon RT 2/1 Desa Batulayang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor ini, memang berasal dari keluarga ekonomi lemah. Usman, ayah Yahya, hanyalah seorang penjaga vila. (wan)