Pemerintah Desa (Pemdes) Pancawati, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk tahun 2017 di Vila Bukit Pinus. Musrenbang singkat tapi berisi itu dihadiri Kepala Desa dan jajaran, perwakilan Kecamatan, Ketua BPD, LPM, Babinsa, Ketua RW/RT, tokoh masyarakat dan tokoh agama, kepala sekolah, serta kader PKK dan Posyandu.

Seperti dikutip Halloapakabar.com, dalam Musrenbang tersebut, Pemdes Pancawati sudah bisa memilah mana usulan pembangunan yang menjadi kewenangan desa dan mana yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui dana APBD.

Kades Pancawati, H. Iqbal Jayadi, menjelaskan, ada lima usulan masyarakat yang masuk dalam kewenangan Pemkab. Yakni pembangunan jalan poros Kampung Leuweung Larangan dan poros Pancawati-Cimande, pembangunan dan pengelolaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS), pembangunan 75 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari target 597 unit, pembangunan irigasi, dan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU).” Kelima usulan ini sudah kami koordinasikan dan konsultasikan dengan anggota dewan juga dinas terkait.



Misalnya soal jalan Leuweung Larangan dan jalan tembus Pancawati-Cimande, kalau dibiayai oleh Dana Desa tidak akan bisa. Makanya kami upayakan meningkatkan statusnya menjadi jalan milik kabupaten.

Saat ini warga pemilik tanah sedang membuat berita acara penyerahan hibah tanah untuk pelebaran jalan,” jelasnya.

Sedangkan usulan masyarakat prioritas yang akan dibangun oleh Pemdes, kata H. Iqbal, meliputi enam bidang. Yaitu, pembangunan 13 unit MCK, betonisasi jalan lingkungan di 48 RT sepanjang 10.000 meter, pembangunan Tembok Penahan Tebing (TPT) estimasi total 11.000 meter, drainase, dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Sejumlah tokoh agama dan kepala sekolah juga mengusulkan pembangunan dan perbaikan sarana dan prasarana. Bahkan tokoh agama meminta agar Pemdes tetap mengupayakan bantuan untuk mushola dan masjid meski secara aturan dana bantuan hibah kini diperketat hanya bagi lembaga atau ormas yang telah berbadan hukum.

Kades beserta Ketua BPD berharap semua usulan prioritas dapat lolos di tingkat kecamatan dan kabupaten.” Kami akan upayakan di setiap RT ada titik pembangunan.

Namun masyarakat harus bersabar karena ada tahapan dan anggaran terbatas,” timpal Sekdes, M. Asnawi.(cep).