Hallobogor.com, Bogor – Selama empat tahun duduk menjadi anggota DPRD Kota Bogor, Mochamad Zaenal Abidin (MZA) telah menjalankan komitmennya untuk fokus memperjuangkan aspirasi masyarakat. Jika terpilih kembali pada Pileg 2019, kader Partai Gerindra Kota Bogor ini tidak akan mengubah komitmennya. “Uang rakyat harus kembali ke rakyat,” ucap putra dari H. F. Mamur ini.

Lelaki kelahiran 03 Oktober 1980 ini pun lantas menjabarkan konsep memperjuangkan aspirasi masyarakat yang dimaksudnya. Berikut ini wawancara bersama MZA di ruang kerjanya, Jum’at (28/9/2018).

Sejak kapan Anda menjadi anggota dewan?

Sejak Senin 18 Agustus 2014. Saya merupakan anggota DPRD Kota Bogor dari Dapil 5 Kecamatan Tanah Sareal.

Sebelumnya Anda aktif sebagai apa?

Sebelumnya saya aktif di sektor pertanian dan perikanan di Blanakan, Subang, sebagai penambak ikan dan petani. Saya juga aktif sebagai wiraswasta pertanahan yakni kost-kostan di Kota dan Kabupaten Bogor. Dan kebetulan saya adalah pemilik Sekolah Islam Terpadu Al-Quran (ITA) El-Ma’mur di Cimanggu Bharata, Kota Bogor.

Apa yang melatarbelakangi Anda mau menjadi anggota dewan?

Ada dukungan kepercayaan dan do’a dari masyarakat, saudara, keluarga hingga teman-teman untuk mendorong saya menjadi anggota legislatif. Akhirnya saya mendaftar dan alhamdulilah saya terpilih mewakili warga Dapil 5 di kursi DPRD Kota Bogor. Bagi saya, uang rakyat harus kembali ke rakyat dan amanah yang diberikan rakyat harus diperjuangkan untuk mereka.

Selama menjadi anggota dewan, apa yang sudah Anda lakukan untuk masyarakat?
Alhamdulilah sejak jadi anggota dewan banyak sekali masukan dan usulan bantuan dari masyarakat. Apalagi disaat saya melakukan reses atau kunjungan ke wilayah. Sebagian besar sudah bisa dipenuhi. Seperti, pengaspalan jalan setapak, penerangan jalan, posyandu, lapangan pekerjaan dan lain sebagainya. Semua hal itu terus saya perjuangkan termasuk program bantuan dana RTLH, pembangunan gapura hingga membantu anak-anak sekolah bagi warga tidak mampu.

Apakah ada pengalaman menarik atau suka duka selama menjadi anggota dewan?
Pengalaman yang saya dapat setelah menjadi anggota dewan, saya jadi lebih banyak teman dan saudara saat sering melakukan silaturahmi ke bawah. Ini menjadi pengalaman yang menarik bagi saya pribadi.

Soal dukanya, mungkin di saat rapat dengan dinas terkait kami dituntut untuk ekstra teliti dan membaca setiap usulan yang disampaikan mereka. Karena, usulan yang nantinya menjadi sebuah program atau kebijakan baru itu akan berkaitan dengan masyarakat.

Terakhir, fokus Anda saat ini seperti apa?

Saat ini saya kembali mengikuti bursa Pileg 2019 Kota Bogor. Selain memantapkan jaringan, saya juga fokus untuk membesarkan Partai Gerindra khususnya di Kecamatan Tanah Sareal. Termasuk, memperjuangkan untuk membantu hak-hak masyarakat. (dns)