Hallobogor.com, Bogor – Terhitung 2016 mendatang, nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) tanah di Kota Bogor akan mengalami kenaikan. Kenaikan NJOP akan disesuaikan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor secara variasi hingga mencapai 150 persen.

Seperti dikutip Halloapakabar.com, kenaikan NJOP dilakukan Pemkot sebagai upaya mendongkrak pencapaian target pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2016, sebesar Rp 680 miliar.

Kepala Bidang Pendataan dan Penilaian Pajak Daerah pada Dinas Pendapatan Daerah Kota Bogor, Atep Budiman menjelaskan, kenaikan NJOP akan diberlakukan setelah keluar SK Ketetapan NJOP PPBP2 Kota Bogor akhir tahun 2015 berbarengan dengan pencetakan masal.

“Penyesuaian kenaikan NJOP ¬†nantinya juga akan berlaku secara umum di seluruh wilayah Kota Bogor. Untuk tahun depan ada 8 zona jalan yang mendapatkan penyesuaian kenaikan NJOP,” ujar Atep.

Meski demikian, kata Atep, sejak tahun 2013 secara simultan zona jalan di Kota Bogor sudah menyesuaikan. Dari data catatannya, ada 20 lebih zona jalan di Kota Bogor.

Sementara, Kepala Dinas Pendapatan (Dispenda) Kota Bogor Daud Nedo Darenoh menambahkan, penyesuaian NJOP ini mengingat sejak pengelolaan PBBP2 dan BPHTB oleh KPP Pratama Bogor tahun 2008 belum ada kenaikan NJPO.

Sedangkan berdasarkan Undang-Undang No 28 tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah kenaikan, lanjut Daud, harga tanah akan diberlakukan  diberlakukan selama 3 tahun.

“Target tahun depan PBB sebesar 90 miliar dari sebelumnya sebesar 81 miliar, sedangkan BPHTB sebesar 140 miliar dari sebelumnya 117 miliar,” pungkasnya. (dan)